Sisi Gelap Menggunakan Teknologi AI pada Filter Wajah

Sisi Gelap Menggunakan Teknologi AI pada Filter Wajah

Sekarang, banyak yang menggunakan filter wajah cerdas untuk mengubah tampilan selfie menjadi karya digital. Namun, kita perlu tahu siapa yang mendapat keuntungan dari foto kita.

Filter ini dulu hanya digunakan untuk proyek seni dan tampilan kecantikan virtual, tapi sekarang semakin terintegrasi dengan platform komunikasi seperti TikTok. Lensa AI, misalnya, menjadi populer karena mengubah selfie biasa menjadi potret digital yang indah.

Meskipun filter ini memberikan rasa kebebasan dan memungkinkan kita bereksperimen dengan penampilan, kita perlu bertanya: apakah semua ini benar-benar gratis? Dan jika tidak, apa konsekuensinya?

Ada pepatah yang mengatakan jika Anda tidak membayar untuk suatu produk, maka Anda adalah produknya. Ini berarti ketika kita menggunakan platform online, kita mungkin menjadi bagian dari data yang dikumpulkan dan dijual.

Teknologi pengenalan wajah juga telah berkembang pesat. Sebagai contoh, Clearview AI memberikan teknologinya kepada pemerintah Ukraina untuk mengidentifikasi tentara Rusia melalui foto dari media sosial. Ini memunculkan pertanyaan etis: apakah kita tahu apa yang dilakukan dengan foto-foto kita?

Beberapa kasus juga menunjukkan dampak negatif penggunaan teknologi ini. Seseorang bahkan ditolak masuk ke acara karena sistem pengenalan wajah mengenali hubungannya dengan CEO Madison Square Garden.

Jadi, sebelum kita dengan senang hati menggunakan filter wajah cerdas, kita perlu sadar bahwa mungkin ada konsekuensi yang tidak kita ketahui. Kita juga harus lebih berhati-hati terhadap penggunaan teknologi pengenalan wajah dalam mempertahankan privasi kita. (Wardan/DR)

Pendaftaran Santri Baru