YOGYAKARTA — Sebagai upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi berbasis wakaf, Universitas Darunnajah (UDN) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Indonesia (UII).
Kolaborasi dua institusi yang berbagi DNA pesantren dan kemandirian wakaf ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kampus UII, Yogyakarta, pada Jumat (17/4/2026).
Delegasi Universitas Darunnajah dipimpin langsung oleh Presiden Universitas sekaligus Dewan Nazir Darunnajah, K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., didampingi Rektor UDN Dr. Much Hasan Darojat dan Wakil Rektor III Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan.
Kehadiran pimpinan UDN ini disambut hangat oleh Rektor UII Prof. Fathul Wahid beserta jajaran di Ruang Abu Dhabi, Gedung Prof. Dr. Sardjito.
Bagi Universitas Darunnajah, kunjungan ini lebih dari sekadar agenda administratif. Ini adalah langkah strategis untuk saling berbagi pengalaman dalam mengelola pendidikan tinggi yang mandiri.
“Kita hadir untuk saling memperkuat, bukan berkompetisi,” tegas K.H. Hadiyanto Arief saat berdiskusi mengenai pentingnya sharing ilmu antar lembaga wakaf.
Agenda berlanjut dengan diskusi mendalam di Gedung Yayasan Wakaf UII, Cik Ditiro.
Di sana, delegasi UDN yang didampingi Ridha Makky, M.Pd. dan Muhammad Wisnu Bilqisth, M.Pd., menggali lebih jauh mengenai manajemen wakaf produktif bersama Direktur Divisi Pendidikan Yayasan Wakaf UII, Prof. Arsal.
Melalui kerja sama ini, Universitas Darunnajah berkomitmen untuk mengimplementasikan program konkret di bidang akademik, riset, dan pengembangan SDM.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, kedua universitas membuka lembaran baru sinergi yang diharapkan melahirkan program-program konkret di bidang akademik, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan tata kelola wakaf produktif sebagai model keberlanjutan pendidikan Islam di Indonesia. (Humas Darunnajah)
