
Kita sebagai ummat di akhir zaman ternyata memiliki banyak warisan atau peninggalan dari pendahulu kita yakni para Nabi dan Rasul. Salah satunya yakni sifat malu, sifat yang harus benar benar di jaga oleh manusia karena akan menunjukan jati diri dari manusia tersebut. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya perkataan yang diwarisi oleh orang orang dari perkataan nabi-nabi terdahulu adalah: ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu’.” (HR Bukhari)
Sifat malu sangat di jaga oleh para nabi, salah satu nabi yang begitu menerapkan sifat malu pada kehidupannya yakni Nabi Musa As, beliau begitu menjaga perkataan dan auratnya hingga tidak terlihat kulitnya agar terjaga dari orang lain, sampai sampai orang munasfik dari Bani Israil yang tidak beriman mencelanya, mereka menghina Nabi Musa As dengan menyebarkan isu bahwa beliau selalu menutupi badan/auratnya karena terkena penyakit kusta atau penyakit kulit lainnya.
Adapun dari golongan shahabat juga banyak yang memperhatikan sifat warisan dari nabi terdahulu ini, sebagai contoh yakni shahabat Utsman bin Affan, Khalifatur Rasyidin ke 3 ini sangat menjaga sifat malu, sampai sampai baginda Rasulullah saw bersabda, “Apakah aku tidak malu pada seseorang yang para malaikat saja malu kepadanya”. (HR Muslim).
Begitu pentingnya seorang muslim di anjurkan untuk menjaga sifat yang satu ini, karena begitu pentingnya seorang muslim akan di nyatakan beriman jika ia menjaga sifat malu, sebagaimana Rasulullah saw bersabda, “Malu merupakan bagian dari keimanan”. (HR Muslim).
Dizaman modern ini banyak kita saksikan manusia yang tidak mempunyai sifat malu yang mulia ini seperti di media sosial; Facebook, Instagram, Tweter dan sejenisnya bahkan orang disekeliling kita dengan percaya dirinya mempertontonkan hal yang seharusnya dijaga dengan baik, berbuat kejelekan sesuka hati bahkan ada yang merasa bangga karena melakukan hal hal yang dilarang agama. Naudzubillah.
Tentunya kita harus meletakkan sifat malu ini pada tempat yang tepat, seperti kita harus yakin bahwa Allah swt Maha Mengetahui, Dia mengetahui segala yang kita lakukan baik ditempat sepi, ramai bahkan ditempat yang gelap gulita Allah swt mengetahuinya, dengan demikian kita akan selalu berusaha melakukan perbuatan yang baik dan merasa malu kepada Allah swt jika kita melakukan hal yang tercela.
Oleh karena itu marilah kita jaga sifat yang diwariskan oleh para nabi ini, maka malulah kepada Allah swt jika ingin melakukan hal yang dilarang Nya dan bersemangatlah untuk melakukan hal hal yang mulia karena Allah swt melihatnya. (Abs)