Si Pembuat Jengkel

Hampir 8 tahun saya menjadi seorang pendidik, tapi baru kali ini saya merasakan jengkel dengan anak murid. Padahal masalahnya hanya sepele yaitu hobi anak-anak mengejek temannya. hati saya jengkel karena tidak sembuh-sembuh kebiasaan jelek itu.

Beberapa cara sudah saya tempuh seperti

– Bercerita tentang cerita teladan

– Menasehati setiap hari

– Mendekati anak si pembuat jengkel

– Doa  dan kesabaran

Semua yang saya lakukan diatas dengan harapan si pembuat jengkel itu berubah menjadi si penyayang hati.

Pernah suatu ketika saya mendiamkan anak-anak, sekaligus membuat saya lebih tenang karena emosi tidak meledak-ledak dan lebih sabar. Seperi pepatah “diam itu emas” tapi ternyata diam tidak selamanya emas, karena anak-anak seusia mereka belum mengerti maksud sikap saya, dan hasilnya belum terlihat.

harapan saya anak murid yang mempunyai kebiasaan kurang baik itu bisa berubah menjadi lebih baik. Terutama dalam berucap dan bersikap kepada temnnya dan orang lain.

Sumber dari curahan hati guru pada pelatihan Jurnalis Untuk Guru 10 Mei 2011, Ibu Evi Indriyani wali kelas 4.

nanink