DNKindergarten, 14/09
Tidak mudah membuat anak suka makan sayur atau buah. Sehingga tidak sedikit juga, anak yang ‘perang’ terhadap kedua jenis makanan ini. Padahal sayur dan buah adalah makanan bergizi yang penting untuk tumbuh kembang anak. Cara ini bisa dicoba untuk menyiasatinya…
1. Jadikan diri Anda sebagai contoh hidup. Konsumsi sayur mayur sesering mungkin saat makan bersama dengan anak. Tawarkan selalu pada mereka untuk mencobanya tanpa ada kesan memaksa.
2. Buat sayuran sebagai minuman. Perpaduan jus wortel dan jeruk, wortel dan apel, timun dan melon ataupun timun dan yogurt menjanjikan kombinasi rasa yang lezat.
3. Biasakan menjadikan sayur-mayur menjadi bagian dari menu yang ditawarkan di tiap kali waktu makan. Dengan demikian sang anak dapat menyimpulkan bahwa sayur mayur adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ritual makan yang biasa dilakukan di rumah.
4. Kenalkan cara memasak. Hindari cara yang monoton dengan memvariasikan cara pengolahan bahan makanan.
5. “Sembunyikan” makanan sehat. Brokoli, wortel, bayam, bisa membuatnya mengunci mulut. Menyembunyikan sayur dalam makanan anak, sehingga ia tetap mau menyantapnya. Misalnya daging burger yang dicampur dengan sayuran.
6. Cicipi beberapa kali. Dorong anak untuk mencoba mencicipi menu baru atau menu yang biasa Anda makan. Biarkan dia mencoba beberapa kali, jangan menyerah jika ia menolak meski baru satu kali mencicipi. Misalnya, cumi-cumi masak kowu yang sarat bumbu, mungkin anak Anda kaget dengan rasa bumbunya yang asin masam dan aromanya yang harum. Coba ulangi lain waktu sampai ia terbiasa.
7. Eksperimen memasak dengan sayuran. Sajikan sayuran dalam bentuk yang variatif: ditumis seperti masakan indonesia, dimasak cepat ala masakan cina, dikukus seperti pecel- urap, dibuat sup dengan krim ataupun sup yang sayurannya diblender halus.
(sita, [email protected])