Usai menjalankan sholat Shubuh berjamaah di masjid jami’ yang unik dan khas karena tiada berdinding, pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc menghampiri mimbar, Senin (11/7). Kepada para santri, mengawali tausiyah beliau pagi itu, beliau mengajak bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan karunia dan nikmat. Sholawat dan salam tiada terlupa, beliau sanjungkan kepada Rasulullah SAW.

Sebagai pimpinan pesantren, beliau mengucapkan ahlan wa sahlan—selamat datang kepada para santri yang melaksanakan sholat Shubuh perdana karena memang sehari sebelumnya (Ahad/10/7) adalah hari pertama mereka datang setelah berlibur akhir tahun di 2010-2011. Beliau memberikan apresiasi kepada para santri yang telah kembali ke pesantren dengan niat yang kuat untuk menimba ilmu agama tepat waktu. Bagi beliau, ini adalah bentuk disiplin yang menjadi sunnah hasanah.
Hal lain yang disampaikan beliau adalah soal kesabaran. Kesabaran merupakan sebuah proses mencapai tingkatan kebaikan serta kesuksesan. Mungkin banyak hal yang mengganggu atau sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh para santri. Termasuk salah satunya adalah beberapa hal yang terdapat di pesantren Darunnajah Cipining. Namun, jika semua hal tersebut disikapi dengan kesabaran, maka selanjutnya adalah kebaikan yang akan didapat. Begitupun dengan proses belajar, belajar adalah tahapan panjang yang memerlukan proses sehingga kesabaranlah yang harus digunakan.
Terkait dengan kehadiran santri ke pesantren, beliau juga mengingatkan agar para santri tersebut memiliki kewaspadaan sehingga dapat membuat dirinya aman, terutama dari kehilangan. Terlebih soal uang, beliau mengamanatkan agar ditabungkan di TAS (Tabungan Santri). Tidak pula dititipkan kepada para guru atau kakak kelas, karena kemungkinan hilang juga dirasa masih sangat mungkin. Maka, salah satu kebijakan pesantren adalah menabungkan uangnya. “Biasanya kalian, uang seribu dan seratus ribu itu sama dalam memperlakukannya, dikantongin saja. Padahal di kantong itu kemungkinan terjatuhnya besar. Kalau seribu tidak apa-apa. Nah, kalau 1oo ribu yang jatuh bagaimana?”
Kemudian saat kedatangan santri ke pesantren pada hari Ahad-nya, mereka harus melalui bagian keamanan terlebih dahulu yang telah membuka stand di pintu gerbang. Di stand ini, mereka lapor dan mengembalikan surat izin. Sebagai tindakan preventif, bagian keamanan juga memeriksa barang bawaan santri agar mereka masuk pesantren dalam keadaan steril dari barang-barang yang dilarang di pesantren, seperti rokok, senjata tajam, obat-obatan, dan lainnya.
Semoga memasuki tahun ajaran baru ini (2011-2012), pesantren Darunnajah Cipining dapat memberikan pembinaan dan pendidikan terbaik bagi putra-putri terbaik ummat. Amin (Wardan/Billah)