Menu

Shalat Tasbih: Keutamaan Dan Petunjuk Pelaksanaannya

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tulisan berikut ini adalah transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor Jawa Barat. Dengan tema “Shalat Tasbih: Keutamaan Dan Petunjuk Pelaksanaannya”

Ada shalat sunah yang dinamakan shalat sunah Tasbih. Kita tahunya membaca tasbih, subhanallah. Ada shalat sunah namanya shalat sunah Tasbih. Apakah shalat sunahnya dengan membawa tasbih? Tentu tidak demikian. Shalat Tasbih ini juga termasuk jenis shalat sunah. Hanya saja shalat sunah tasbih tidak harus dilakukan setiap hari. Kalau qabliyah dan ba’diyah, qabla (sebelum) shalat dan ba’da (setelah) shalat bisa dilakukan seperti itu. Shalat Dhuha dilakukan setiap Dhuha. Shalat malam dilakukan setiap malam. Sedangkan shalat Tasbih ini kita harus melakukannya walaupun hanya sekali dalam seumur hidup. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas ra.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم للعباس بن عبد المطلب : يا عباس يا عماه الا اعطيك الا أمنحك الا احبوك الا افعل بك عشر خصال إذا انت فعلت ذلك غفر الله لك ذنبك اوله وآخره قديمه وحديثه وخطأه وعمده وصغيره وكبيره وسره وعلانيته عشر خصال ان تصلى اربع ركعات تقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب وسورة فإذا فرغت من القراءة في أول ركعة فقل وانت قائم سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله والله اكبر خمس عشرة ثم تركع وتقول وأنت راكع عشرا ثم ترفع رأسك من الركوع فتقولها عشرا ثم تهوي ساجدا فتقولها وأنت ساجد عشرا ثم ترفع رأسك من السجود فتقولها عشرا ثم تسجد فتقولها عشرا ثم ترفع رأسك من السجود فتقولها عشرا فذلك خمس وسبعون في كل ركعة تفعل ذلك في أربع ركعات وان استطعت ان تصلي كل يوم مرة فافعل وان لم تستطع ففي كل جمعة مرة وان لم تفعل ففي كل سنة مرة فإن لم تفعل ففي عمرك مرة . رواه أبو داود وابن ماجه وابن خزيمة في صحيحه والطبراني .

Anak-anak sekalian, Rasulullah Saw. pernah berbicara kepada pamannya, “Wahai pamanku Abbas, maukah engkau aku beritahu sesuatu yang jika kamu melakukannya maka Allah akan mengampuni dosa-dosamu, baik yang kecil maupun yang besar, baik yang baru maupun yang lama. Lakukanlah shalat empat rakaat. Caranya setelah kita takbir, kita membaca sebagaimana shalat-shalat pada umumnya, yaitu doa Iftitah, yang dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah, dilanjutkan lagi dengan membaca surat yang lain, misalnya qulya ayyuhal kafirun, atau surat apa saja. Setelah membaca surat itu kita membaca “subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallahu wallahu akbar” sebanyak 15 kali. Setelah kita membaca tasbih tadi sebanyak 15 kali, kita ruku’. Waktu ruku’ kita membaca bacaan seperti biasa “subhana rabbiyal ‘adzimi wa bihamdihi” sebanyak 3 kali. Setelah selesai membaca bacaan ruku’ 3 kali kita tidak langsung berdiri, tetapi kita membaca lagi “subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallahu wallahu akbar” sebanyak 10 kali. Setelah selesai membaca tasbih sebanyak 10 kali kita berdiri I’tidal. Waktu berdiri I’tidal kita membaca bacaan seperti biasa “rabbana lakal hamdu mil’us samawati wa mil’ul ardhi wa mil’u ma syi’ta min syaiin ba’du”. Setelah itu kita membaca “subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallahu wallahu akbar” sebanyak 10 kali. Setelah itu kita sujud. Waktu sujud kita membaca “subhana rabbiyal a’la wa bihamdih” sebanyak 3 kali, kemudian kita teruskan dengan membaca “subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallahu wallahu akbar” sebanyak 10 kali. Setelah itu kita duduk. Pada saat duduk biasanya kita membaca “rabbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa’afini wa’fu ‘anni”. Selesai membaca doa waktu duduk jangan langsung sujud lagi, tapi kita baca lagi “subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallahu wallahu akbar” sebanyak 10 kali. Setelah itu baru kita sujud dan membaca bacaan sujud seperti biasa “subhana rabbiyal a’la wa bihamdi” sebanyak 3 kali kemudian ditambah “subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallahu wallahu akbar” sebanyak 10 kali. Kalau biasanya setelah sujud kita langsung berdiri, ini tidak. Setelah kita membaca “subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallahu wallahu akbar” sebanyak 10 kali pada waktu sujud, kita duduk dulu. Waktu duduk kita membaca “subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallahu wallahu akbar” 10 kali. Setelah itu baru kita berdiri. Pada rakaat kedua juga seperti itu. Setiap berdiri kita membaca “subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallahu wallahu akbar” 15 kali. Pada rakaat pertama kita membaca 15 kali. Pada rakaat kedua kita membaca 15 kali. Pada rakaat ketiga kita baca 15 kali. Pada rakaat keempat juga kita baca 15 kali setelah membaca surat al-Fatihah. Pada rakaat kedua ada duduk tasyahud awal. Setelah kita sujud dengan membaca “subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallahu wallahu akbar” 10 kali, kita duduk dengan membaca “subhanallah walhamdulillah wa lailahaillallahu wallahu akbar” 10 kali. Setelah itu baru kita membaca bacaan Tahiyat. Setelah itu kita berdiri. Rakaat ketiga sama. rakaat keempat juga sama.

Dengan melakukan shalat tasbih, seperti kata Rasul Saw. yang disampaikan kepada Abbas, dosa-dosa kita akan diampuni, baik dosa yang terdahulu maupun dosa yang belakangan, baik dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja, baik dosa yang kecil maupun yang besar, baik dosa yang samar ataupun yang nyata, semuanya akan diampuni oleh Allah Swt.

Orang yang dosanya diampuni oleh Allah Swt. hatinya akan menjadi bersih. Dengan hati bersih kita tidak akan mengalami kesulitan di dalam hidup ini. Kita bisa tahu saja di mana tempatnya rizki, tahu saja di situ ada kesulitan sehingga kita bisa menghindar. Karena dosa kita sudah diampuni, hati kita menjadi bersih dan terang. Ibarat kaca apabila terang, apa yang ada dibalik kaca itu setebal apapun kacanya tetap akan kelihatan. Apabila hati kita terang, kita akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak bermanfaat, mana yang berbahaya dan mana yang justru menguntungkan kita. Karena itu utamakan hati ini menjadi bersih dengan berbagai macam upaya antara lain dengan shalat Tasbih.

Allah Swt. telah menyampaikan di dalam al-Quran,

وإنها لكبيرة إلا على الخاشعين

“Sesungguhnya shalat itu berat kecuali oleh orang-orang yang khusyu’.”

Tulisan ini adalah transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor Jawa Barat. Dengan tema “Shalat Tasbih: Keutamaan Dan Petunjuk Pelaksanaannya”

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait