Tasyji' Lughah: Memperkuat Rasa Cinta Bahasa Arab di Darunnajah 2 Cipining Tasyji' Lughah: Memperkuat Rasa Cinta Bahasa Arab di Darunnajah 2 Cipining

Tasyji’ Lughah: Memperkuat Rasa Cinta Bahasa Arab di Darunnajah 2 Cipining

Puluhan santri dan guru Darunnajah 2 Cipining mengikuti program Tasyji’ Lughah yang digelar Divisi Bahasa di Aula Kampus 1 dan Aula Al-Ghazali. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 18-19 Oktober 2024, mengangkat tema “Motivasi dalam Belajar Bahasa Arab”. Meski sempat menghadapi kendala teknis terkait jarak tempat tinggal narasumber yang cukup jauh, acara tetap berjalan sesuai rencana. Para peserta antusias menyimak materi yang disampaikan dengan metode yang mudah dipahami.

“Program ini dirancang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Arab dan membiasakan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Usth. Fachira selaku Pembimbing Divisi Bahasa. “Tasyji’ Lughah bukan sekadar pelatihan, tapi gerakan pembudayaan bahasa. “Para peserta, yang terdiri dari santriwati dan guru, mendapat pengalaman belajar yang berbeda. “Cara penyampaian narasumber sangat mengena, terutama ketika menjelaskan dalam bahasa Arab. Kami jadi lebih percaya diri untuk praktik berbahasa,” ungkap salah satu peserta.

Divisi Bahasa berharap, program ini dapat menjadi katalis penguatan bi’ah lughawiyah di lingkungan pesantren. “Kami ingin semua elemen pesantren, khususnya pengurus divisi bahasa dan anggota ekstrakurikuler, bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat,” tambah koordinator acara.
Kegiatan yang menekankan aspek praktis ini menandai babak baru dalam pengembangan kemampuan berbahasa di Darunnajah. Para peserta dibekali tidak hanya teori, tapi juga motivasi dan teknik praktis penguasaan bahasa Arab.
“Tasyji’ Lughah tahun ini memiliki keunggulan dalam metode penyampaian yang lebih aplikatif,” jelas panitia. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran.
Melalui program ini, Darunnajah kembali membuktikan komitmennya dalam membangun tradisi berbahasa Arab yang kuat. Para peserta diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan lingkungan berbahasa yang dinamis dan inspiratif.