Semarak Peningkatan Iman Di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan kembali menyapa kehidupan kaum muslimin, tak terkecuali para santri di pesantren Darunnajah Cipining. Bulan nan penuh rahmat,maghfirah dan berkah ini dimanfaatkan dengan optimal oleh segenap civitas pesantren yang kini berusia 23 tahun ini. Berikut adalah gambaran kegiatan harian selama Ramadhan;

Ta’lim Shubuh

kegiatan ini terbagi menjadi tiga bagian; pertama, pengajaran baca-tulis al qur’an untuk para santri baru kelas 1 TMI dan Intensif yang diajarkan langsung oleh para wali kamar, ta’qur’an ini berlangsung di depan kamar santri baru dengan sistem klasikal. kedua, kajian berbagai khazanah keislaman yang meliputi aqidah islamiyyah, masaail fiqhiyyah, tafsir, hadits, siroh nabawiyyah dan adab-adab harian untuk para santri kelas 2-6 TMI, ta’lim ini dilaksanakan di masjid jami’ dan dipandu oleh para guru senior. ketiga, progam tahfidz Al Qur’an di asrama tahfidz qur’an yang diikuti oleh para santri progam beasiswa tahfidz plus sekolah, para kader pesantren (ashabunnajah) dan santri TMI kelas 2-6 yang juga mengikuti progam tahfidz qur’an. kegiatan ini selesai sekitar jam 06.00 wib, selanjutnya mereka masuk kelas dengan waktu belajar yang disesuaikan dengan bulan Ramdahan yang berakhir menjelang dhuhur.

Kuliah Ramadhan Ba’da Dzuhur

Mentoring keagamaan tentang abcd ibadah shoum ini langsung disampaikan oleh pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh santri putra dan putri, asrama dan non asrama dari kelas 1-6 TMI, MTs dan MA, SMP dan SMK. sebelum sesi ceramah para guru berupaya merapikan posisi duduk para santri yang dimulai dari kelas tertinggi di shof terdepan dan disusul kelas-kelas berikutnya secara berurutan, hal ini bermakna bahwa setiap santri senior harus lebih dewasa untuk mau dan mampu menjadi contoh bagi adik-adik kelas mereka. kuliah Ramadhan ba’da dhuhur ini berdurasi sekitar 30 menit setiap hari.

Ta’lim Lughah Ba’da Ashar

Untuk semakin memotivasi santri dalam berbahasa Arab dan Inggris dan memberi contoh para santri dan memperbanyak peluang asatidz dalam peningkatan SDM, khususnya dalam bidang penguasaan bahasa asing, maka setiap seusai sholat Ashar diadakan penyampaian muhadloroh oleh dewan guru dalam bahasa Arab atau Bahasa Inggris. dalam prakteknya, para guru menyampaikan materi sesuai dengan jadwal atau pilihan mereka dalam bahasa Arab dan Bahasa Inggris seluruhnya, kemudian para santri diberikan kesempatan untuk bertanya dengan bahasa Arab dan Bahasa Ingris juga, jika tidak ada yang bertanya, maka guru tersebut akan berbalik bertanya yang harus dijawab oleh perwakilan santri, tentunya dalam bahasa Arab dan Inggris juga.

Anshithaat Qabla Ifthar

setengah jam sebelum adzan maghrib, tepatnya jam 17.30 wib seluruh santri harus sudah kembali bersiap di depan unit masing dengan pakaian sarung, baju taqwa dan peci mereka. selanjutnya mereka mengadakan aneka kegiatan yang meliputi dzikir petang (asmaaul husna dan al ma’tsurat), muhadatsah dan muhadloroh yang disampaikan oleh santri shighar (kelas MTs) dan Kibar (MA). kegiatan ini dipandu oleh pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) dan Organisasi Santri Tahfidzul Qur’an (OSTAQ). setelah mendengar adzan Maghrib berkumandang, mereka segera membaca do’a berbuka puasa bersama-sama, menikmati makanan ta’jil yang sudah disiapkan oleh pesantren dan mereka beli sendiri di kantin pesantren. selanjutnya mereka segera menuju masjid jami’ untuk sholat maghrib berjama’ah.

Kultum Menjelang Sholat Tarawih

menjelang isya, segenap santri dan dewan guru segera kembali ke masjid untuk melakukan sholat Isya berjama’ah. dan seusai sholat ba’diyah mereka kembali mendegarkan ceramah ramadhan yang membahas hal-ihwal terkait ibadah di bulan suci ini. selanjutnya seluruh jama’ah melakukan sholat tarawih dan witir yang dimami para huffadz Darunnajah Cipining.

Padatnya  kegiatan Ramadhan di pesantren ini tak pelak membawa kesan sendiri dalam diri santri, “puasa di pesantren, banyak ceramahnya ya tadz, jadi kita ga’ tersa lama menunggu datangya adzan maghrib!” ungkap beberapa santri kepada reporter WARDAN. Semaraknya kegiatan ramadhan di pesantren ini diharapkan akan mengikis pemahaman yang kurang tepat dan tidak produktif seperti ‘tidurnya orang puasa itu ibadah’ yang justru melemahkan semangat untuk beribadah yang  lebih bermakna lagi, semoga! (Mr. MIM)