Banyak cara, usaha dan upaya untuk mengondusifkan serta menyukseskan ujian.
Ada pengarahan (taujihat), penghentian sementara perizinan pulang, lailatul ma’iyyah wa munajat , penghentian sementara kegiatan ekstrakurikuler hingga belajar bersama (ta’allum muwajjah) di masjid.
Sisi lain yang juga penting adalah pembentukan miliu belajar di lingkungan asrama. Setiap saat dan tempat menjadi kesempatan belajar. Para santri membawa buku pelajaran ke manapun mereka berjalan, kecuali ketika mandi.
Banyak juga tulisan motivasi yang dipasang agar terus menyemangati gairah santri dalam belajar karena ujian untuk belajar bukan belajar (hanya) untuk ujian. (mr.mim).









