Sejumlah Nilai – Nilai Keutamaan Pada Bulan Muharram

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

 

blank

Alhamdulillah, pada hari ini, Kamis 20 Agustus 2020 bertepatan dengan 1 Muharram 1442 Hijriah, hari pertama dalam bulan Muharram, bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam bulan-bulan Arab pada tahun kamariah.

Dinamakan Muharram, karena orang-orang Arab Jahiliyah mengharamkan bulan ini dari pertempuran.

Meskipun pada waktu itu orang-orang Arab mengharamkan pertempuran pada suatu tahun, kemudian tidak mengharamkannya pada tahun berikutnya, dan kembali mengharamkan pada tahun berikutnya, karena orang-orang Arab Jahiliyah dikenal suka bermain-main dengan waktu.

Berikut ini sejumlah keutamaan bulan Muharram:

  1. Allah SWT menisbatkan Muharram sebagai bulan-Nya

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ المُحَرَّم. (رَوَاهُ مُسْلِم: 1163)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharram. (HR. Muslim: 1163)

 

Allah SWT memberikan kemuliaan kepada sesuatu hal termasuk kepada bulan Muharram, yang ini merupakan kehendak-Nya. Hal ini membuktikan bahwa bulan Muharram memiliki kedudukan yang tinggi.

Sesungguhnya Allah SWT tidak memberikan nisbat ini kecuali hal-hal yang khusus, seperti Baitullah (rumah Allah) yaitu ka’bah, dan Rasulullah (utusan Allah) yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta bulan Allah Muharram ini.

 

  1. Bulan Muharram merupakan salah satu bulan haram

قَالَ تَعَالَى : إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِيْ كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّم فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

(التَّوْبَةُ : 36)

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36)

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الزَّمَانُ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ.

أخرج البخاري 3167 ومسلم 1679)

Dari Abi Bakrah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya zaman ini telah berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang mana satu tahun itu ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram. Tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab, (yaitu) bulan yang dikenal oleh (suku) Mudhar yang berada diantara bulan Jumada (Akhir) dan bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari 3167 dan Muslim 1679)

Terdapat 4 bulan haram, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab, ketiga bulan pertama berurutan, sedangkan bulan Rajab adalah bulan ketujuh dari kalender Islam.

Ada suatu pendapat dari ulama yang menyatakan bahwa bulan Muharram adalah bulan haram yang paling baik.

Bulan-bulan haram ini merupakan bulan-bulan yang dikhususkan oleh Allah SWT agar para hambanya meningkatkan ketaatan dan kebaikan, karena pada bulan-bulan ini ketaatan dan kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Perbuatan zalim yang dikerjakan pada bulan-bulan haram dosanya dilipatgandakan oleh Allah SWT daripada pada bulan-bulan selainnya, meskipun kezaliman dalam segala hal merupakan dosa besar.

 

  1. Bulan yang mana di dalamnya disunnahkan untuk memperbanyak puasa

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ المُحَرَّم. (رَوَاهُ مُسْلِم: 1163)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharram. (HR. Muslim: 1163)

 

Para ulama berbeda pendapat mengenai berapa banyak puasa sunnah yang dilaksanakan pada bulan ini, ada yang berpendapat berpuasa sebulan penuh, atau berpuasa sebagian besar dari hari-hari bulan ini, atau berpuasa tathawwu’ muthlaq.

 

  1. Bulan di dalamnya terdapat hari Asyura, hari dimana Nabi Musa ‘alaihissalam diberikan kemenangan oleh Allah SWT dari kejaran Fir’aun

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ فَوَجَدَ الْيَهُوْدَ صيَامًا فَقَالَ مَا هَذَا قَالُوْا هَذَا يَوْمٌ أَنْجَى اللهُ فِيْهِ مُوْسَى وَأَغْرَقَ فِيْهِ فِرْعَوْنَ فَصَامَهُ مُوْسَى شُكْرًا فَقَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسلَّمَ نَحْنُ أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Ketika Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa, maka Beliau bertanya: “Hari apa ini?. Mereka menjawab, “Ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari Fir’aun, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah shallallohu alaihi wasallam pun bersabda, “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian“. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

  1. Bulan pertama dalam kalender Islam

Pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 16 Hijriah, Khalifah Umar bin al-Khattab Radhiyallahu ‘anhu menetapkan Hijrah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai patokan dalam kalender Islam, dan menjadikan Muharram sebagai bulan pertamanya.

Pada awalnya terjadi perbedaan pendapat para sahabat mengenai patokan awal ini, ada yang berpendapat dimulai dari tahun kelahiran Nabi, ada yang berpendapat dari tahun diutusnya Nabi, ada yang berpendapat dari Isra dan Mi’raj, ada yang berpendapat dari tahun hijrahnya Nabi dan ada yang berpendapat dari tahun wafatnya Nabi.

 

Mengenai waktu pasti lahir, diutus, dan wafat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam para sahabat berbeda pendapat, sedangkan mengenai waktu pasti hijrah Nabi para sahabat bersepakat.

Meskipun Hijrah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlangsung pada 27 Shafar sampai 12 Rabi’ul Awwal, namun Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah berazam (berkeinginan kuat) untuk berhijrah sejak bulan Muharram.

Hijrah merupakan momentum perubahan dari sebuah kesulitan menuju kepada kemenangan. Dari alasan-alasan diataslah hijrah ditetapkan sebagai patokan awal kalender Islam.

Alasan lain Muharram menjadi bulan pertama dari kalender Islam adalah selesainya bulan Dzulhijjah, dimana para jamaah haji telah menunaikan ibadah haji dan kembali ke negeri-negeri mereka masing-masing, seperti orang yang baru lahir dari rahim ibunya dan kemudian memulailah umat Islam aktivitas dengan tahun yang baru. Wallahu A’lam.

Ditulis oleh Imam Khairul Annas, Guru Pondok Pesantren Darunnajah dan Alumni Universitas Islam Madinah.

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait