Seabad hari kebangkitan nasional bagi SABELANA

{mosimage}JAKARTA/Dn.Com_Dalam rangka memperingati seabad hari kebangkitan nasional, pondok pesantren Darunnajah melalui organisasi yang masih terbilang baru di pondok pesantren Darunnajah SABELANA (Santri Bela Negara) mengadakan kumpul untuk memperingati seabad hari kebangkitan nasional dengan mengusung tema dengan seabad hari kebangkitan nasional bangkit Santri Bela Negara (SABELANA). Tema ini diangkat agar para anggota SABELANA Darunnajah lebih tergugah untuk lebih bersemangat memberikan sumbangsihbagi kemajuan agama islam dan Negara Indonesia.

Acara dilaksanakan pada hari ini Senin, 19 Mei 2008 sekitar pukul 10.00-11.30 WIB dengan menghadirkan Bapak pimpinan pondok pesantren Darunnajah Jakarta KH. Mahrus Amin, Bapak Rofiq Azhari Mantan pejabat pemerintahan (ABRI) dan juga manjabat sebagai Dewan Nadzir Yayasan Darunnajah dan bapak Masykuri mantan badan intelegen Nasional, ketua PBB politik.

Dalam acara ini para pembicara menyampaikan pesan-pesan moral dan semangat untuk berbakti pada agama dan Negara. Untuk memicu semangat para anggota SABELANA dalam hal ini tediri dari kelas IV dan V TMI Darunnajah Jakarta bapak pimpinan KH Mahrus Amin bercerita akan kiprah Darunnajah baik skala nasional ataupun internasional. Dan diantara yang beliau sampaikan adalah Darunnajah adalah salah satu pelopor dari terciptanya kegiatan POSPENAS (Pekan Olahraga dan Seni Nasional), PRAMUKA berjilbab, PERKASA (Perkemahan santri Nusantara), SABELANA (Santri Bela Negara) dan insya Allah akan diadakan jambore untuk anggota SABELANA dalam rangka meningkatkan semanagt fisik untuk bertindak. {mosimage}Kemudian Bapak Rofiq Azhari juga menyampaiakn pesan yang sama yakni pesan moral dan semangat, diantaranya adalah bahwa SABELANA mulai menjalar ke daerah Mataram, Cirebon dan Aceh dan Insya Allah beliau yakin bahwa SABELANA akan sangat berguna di masa yang akan datang dengan mengingat Indonesia yang dilanda krisis multidimensi. Dan bapak Masykuri juga memberikan pesan dan semangat yang berkenaan dengan etika ataupun hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat umum, menjalin silaturahmi dengan bagian keamanan Negara dan hal yang paling penting adalah perlu bagi SABELANA untuk mengokohkan organisasi ini sebagai organisasi formal untuk kemudian akan terus berkembang, berkembang dan berkembang walaupun pendirinya sudah gugur.

Semoga dengan peringatan seabad hari kebangkitan nasional inibenar-benar membangkitkan semangat para anggota untuk selalu memberikan pembelaan pada agama dan negara. Amin.