Bil imtihaani yukromul mar’u au yuhaanu. Dengan ujian, seseorang akan menjadi mulia atau bahkan hina”. Begitulah nasihat pimpinan pesantren Darunnajah Cipining di hadapan para santri yang tengah mengikuti arahan dan bimbingan menghadapi pelaksanaan ujian akhir semester, di masjid , Kamis (26/5).

Sudah menjadi tradisi, jika akan menghadapi ujian, seluruh santri, baik berasrama maupun tidak, mendapatkan arahan (baca: taujihad) dari berbagai pihak terkait, seperti pimpinan pesantren, biro pendidikan, kepala madrasah/sekolah, dan panitia ujian.  Pada kesempatan itu pula, panitia ujian memberikan sosialisasi hal-hal terkait pelaksanaan ujian. Taujihad dilaksanakan selepas sholat dzuhur berjamaah dengan mengambil jam ke-8 dan 9 dari jam pelajaran.

Dalam nasihatnya, Pak Kyai juga berpesan, karna Darunnajah Cipining merupakan pondok pesantren dengan pola pendidiakan modern, sudah sewajarnya jika pesantren mengadakan imtihan shafahi, yaitu ujian lisan (wawancara) guna memperlancar keterampilan santri dalam menguasai bahasa Arab dan Inggris. Selain itu, beliau juga berharap agar ujian lisan ini dapat menjadi persiapan santri untuk mengikuti ujian tulis yang akan dilaksanakan 1 pekan setelah ujian lisan.

Masih dalam kesempatan yang sama, Kepala MA Darunnajah Cipining, Ustadz Musthofa Kamal, M.Ag, senada dengan keterangan Pak Kyai. “Semoga pada ujian kali ini semuanya bisa bersungguh-sungguh dalam belajar dan mendapat nilai yang memuaskan serta naik kelas. Itu berarti ujian membawa kepada kemuliaan.”

Menghadapi ujian akhir semester ini, terjadi perubahan jadwal di pesantren. Berbagai kesempatan digunakan untuk memakasimalkan belajar. Salah satunya adalah belajar malampun makin diperketat di bawah pengawasan dan bimbingan dari dewan guru.  Adanya pengawasan guna mempermudah para santri untuk bertanya dan lebih  konsentrasi terhadap pelajaran yang sedang dibaca.

Selain malam hari,  perubahan jadwal juga terjadi selepas sholat Shubuh dan Ashar. Kedua waktu itu digunakan huna menambah waktu belajar santri. Sedangkan usai Dzuhur, digunakan untuk membaca Al-Qur’an. Padatnya jadwal di saat ujian, sepanjang perjalanan pesantren telah menjadi hal yang lumrah untuk dijalani oleh para santri.

Ujian akhir semester menurut agenda panitia ujian dijadwalkan mulai dari tanggal 28 Mei-17 Juni 2011. “Alhamdulillah, beberapa minggu sebelum ujianpun, kita, para santri mulai menyicil  berbagai macam pelajaran agar tidak terlalu membebani dan terlalu merepotkan nantinya. Pelajaran kita kan banyak, jadi biar semuanya lancar dan dapat nilai yang maksimal” ujar salah satu santri dalam menanggapi ujian.

Fenomena lain adalah untuk mendapatkan nilai yang maskimal, sebagian santri mulai menunaikan puasa Daud. Nah, ini baru santri, semoga sukses dunia dan akhirat. Amin (Warna/Putri Khoirunnisa)