SANTRI SIAP JADI PEMIMPIN MASA DEPAN?
Menu

SANTRI SIAP JADI PEMIMPIN MASA DEPAN?

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Pertanyaan di atas menjadi sangat penting saat krisis kepemimpinan melanda seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Terlebih ketika menjelang pemilu 2009, pemimpin yang berintegritas dan capable menjadi sangat susah untuk ditemui. Dan saat itulah, bangsa yang besar ini menjadi sangat miskin akan SDM di dalamnya. Tapi, untuk 20 s.d. 30 tahun ke depan, Bangsa Indonesia tidak akan lagi sulit menemukan sosok pemimpin yang dicari. Kenapa? Karena Darunnajah Cipining akan menelorkan para pemimpin masa depan yang bervisi nasional bahkan global. Unggul dan dinamis, serta dapat menjadi teladan dalam berbagai sisi kehidupan.

Dalam rangka mempersiapkan para pemimpin masa depan itulah, santri putri Darunnajah Cipining yang berasrama maupun non asrama dari tingkat MTs, SMP, SMK, serta MA mendapatkan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dengan kerangka kegiatan Gladi Pemimpin Muda (GPM). Kegiatan ini diselenggarakan selama 4 hari bertepatan dengan pelaksanaan UN kelas IX SMP dan MTs Darunnajah pada tanggal 27-30 April 2009.

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, acara yang dibuka oleh Ustadzah Masturoh (panitia) di gedung pertemuan, Senin (27/4) dibuat sevariatif mungkin dengan materi-materi fundamental dan terbagi ke dalam 5 sesi. Diharapkan kelima sesi ini menjadi paket lengkap untuk seorang calon pemimpin. Sebagai tugas pertama, mereka dibagi menjadi 14 kelompok dan setiap kelompok bertugas untuk memilih ketuanya masing-masing. Kemudian, mereka mendapatkan materi-maateri pokok selanjutnya.

Menempati posisi pemimpin dapat dilakukan dengan berbagai jalan oleh semua orang. Siapa saja berkemungkinan menjadi seorang pemimpin, namun tidak setiap orang mampu menjadi seorang pemimpin yang baik. Oleh karenanya, dalam kegiatan ini, peserta diajarkan ‘Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Baik’. Pemimpin yang baik merupakan harapan bagi anggotanya. Dengan kepemimpinannya sebuah organisasi akan juga menjadi baik.

Dalam organisasi atau komunitas, konflik itu mungkin juga terjadi. Konflik terkadang dapat dihindari, namun bila tidak, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk meminimalisir perpecahan yang terjadi. Bahkan bila dimenej dengan baik, konflik justru akan membawa dampak kemajuan bagi organisasi tersebut. Untuk itulah materi “Manajemen Konflik’ juga menjadi salah satu bekal peserta GPM.

Selanjutnya dilanjutkan dengan ‘Problem Solving’. Peserta yang dicita-citakan oleh ketua panitia GPM, Ustadzah Nani Karmila, agar menjadi pemimpin yang tangguh dan bertanggung jawab ini mendapat materi yang mengulas tentang tata cara dan analisis permasalahan hingga nantinya seorang pemimpin dapat mengambil keputusan dengan sebaik-baiknya (best decision). Memecahkan masalah perlu keberanian dan latihan. Dalam beberapa game selanjutnya, peserta GPM mendapatkan pelatihan untuk mengasah keduanya.

Setelah berbagai ilmu manajemen diberikan, panitia mengajak kepada peserta GPM untuk bertapak tilas akan seorang pemimpin agung yang namanya tercatat pada urutan pertama dalam sebuah buku yang membahas 100 orang paling berpengaruh di dunia dalam tema ‘Kepemimpinan Ala Rosulullah’. Materi wajib bagi calon pemimpin muslim masa depan ini disampaikan oleh Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I. (Kepala asrama santri putra)

Kemudian memasuki sesi selanjutnya, Rabu (29/4), peserta GPM mulai diajak untuk berfantasi dalam berbagai macam game. Dengan kekompakan yang diantaranya ditunjukkan dengan pakaian seragam yang mereka kenakan, ditambah dengan yel-yelan yang selalu mereka teriakkan untuk menggugah semangat serta menggertak kelompok lainnya, mereka mulai bermain dalam game yang disediakan oleh panitia dari kelas XI MA .

Berbagai game yang mereka mainkan diantaranya adalah ‘Hajar Aswad’. Game ini untuk membangun kekompakan, kesabaran, dan ketelitian bagi keempat pemegang ujung Koran yang membawa segelas air yang ditugaskan mengitari aula. Selama keempat personil tersebut dapat saling jaga, maka kesuksesan akan mudah dicapai. Begitu pun dengan game Dragon tale, pipa project, jaring laba-laba, menara, dll. Kesemuaan game ini dirancang sebagai latihan kepemimpinan yang dilakukan dengan fun, serius, seru, dan heboh.

Lelah bermain game hingga siang hari, Rabu malamnya, peserta menggelar pentas seni yang menampilkan aneka kreasi panggungnya di aula Darunnajah Cipining. Dalam pentas ini, berbagai kelompok menunjukkan kebolehannya dalam kekompakan, keseragaman, dan kreativitasnya melalui tari kreasi yang dikombinasikan dari beberapa jenis musik.

Acara yang juga dimeriahkan oleh penampilan panitia menjadi media relaksasi yang mengantarkan peserta menghabiskan hari itu dengan tetap ceria, semangat, dan optimis. Menjelang pukul 23.00 WIB, acara yang dipandu oleh Nihayatul Hasanah dan Isnaeni Mahmuda Kahar ini ditutup agar peserta dapat beristirahat untuk keesokan harinya tetap bugar, dalam kegiatan wide game.

Sebagai penutup kegiatan, Kamis paginya, semua peserta kembali turun ke medan laga. Kali ini mereka harus menyelesaikan berbagai tugas-tugas dalam beberapa pos yang dijaga panitia dalam sesi wide game. Lokasi wide game dimulai dari lapangan badminton putri mengambil arah ke kampus 2 dan berhenti di sisi lapangan bola.

Kembali dengan kekompakan dan kerja sama antaranggota kelompok, dalam wide game ini, beberapa hal yang ditugaskan penjaga pos seperti diantaranya harus mencari batu di air yang telah ditandai atau harus mencari berbagai macam dedaunan yang dapat digunakan sebagai obat. Bagi yang telah selesai mengerjakan, berhak menuju pos terakhir untuk mengikuti acara penutupan.

Dalam acara penutupan yang dilkukan pada pukul 11.00 WIB, Ustadzah Nani Karmila mengumumkan peserta-peserta terbaik yang menjadi the best ten. Mereka adalah:
Hamalatul Qurani (Padang)
Tsurayya Ats Tsauri (Bogor)
Sumarni (Bogor)
Novi Djayanti (Jakarta)
Fillah Kholifah (Tangerang)
Nurazizah (Bogor)
Badriah BB (Bogor)
Nurhasanah (Bogor)
Amaliah (Bogor)
Neng Cicih Sutarsih (Bogor)

Sebagai kenang-kenangan, panitia memberikan kepada kesepuluh santriwati berdedikasi tinggi ini dengan sertifikat. “Semoga semua yang kita lakukan menjadi bekal kita nantinya, dan siap-siaplah menjadi pemimpin masa depan, semangat!” tutup Ustadzah Mila di depan + 150 calon pemimpin bangsa ini. Amin

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Maklumat Pimpinan Terkait Peraturan Terbaru Kedatangan Santri

Maklumat Pimpinan Pesantren Annur Darunnajah 8 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 dan Kedatangan SantriMaklumat Pimpinan Pesantren An-Nahl Darunnajah 5 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 Dan