Selasa (27/01), suasana Lapangan Hijau Palestina di Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 mendadak riuh namun teratur. Ratusan santri berkumpul dengan antusias menyambut tim pemadam kebakaran untuk mengikuti pelatihan tanggap darurat. Agenda ini bukan sekadar simulasi, melainkan langkah nyata pesantren dalam membekali santri dengan keahlian penyelamatan di situasi kritis.
Tim pemadam membedah tuntas materi krusial, mulai dari teknik menjinakkan api menggunakan APARhingga cara tenang menghadapi kebocoran gas. Menariknya, santri juga diajarkan cara tradisional namun ampuh menggunakan kain basah untuk memadamkan api kecil. Penjelasan yang lugas membuat materi teknis ini terasa mudah dipahami oleh seluruh jenjang usia yang hadir.

Program ini bertujuan membentuk karakter santri yang tangguh, waspada, dan tidak panik saat menghadapi musibah kebakaran. Dengan membekali mereka pengetahuan mitigasi bencana, pesantren bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih aman dan mandiri. Manfaatnya jelas: satu tindakan tepat dari seorang santri bisa mencegah kerugian besar bagi banyak orang.

Puncak acara ditandai saat para santri dan guru turun langsung mempraktikkan teori yang telah diberikan. Sorak sorai pecah ketika mereka berhasil memadamkan kobaran api latihan dengan teknik yang benar dan penuh keberanian. Pengalaman langsung ini memastikan bahwa ilmu yang didapat hari ini akan melekat sebagai bekal perlindungan diri selamanya.
