Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an selalu terdengar indah menghiasi pergantian pagi dan sore dari masjid pesantren Darunnajah Cipining. Kalam ilahi itu disenandungkan oleh para santri dengan suara merdu dalam tilawah ataupun murottal. Pembacaan Al-Qur’an juga dilakukan dalam menyelingi antara adzan dan iqomah.
Kegiatan berlatih membaca al-Qur’an dengan seni tilawah tidak terlepas dari bimbingan Ustadz Budi Setiawan dan pembimbing lain. Beliau bersama para Qurro, melatih para santri yang memiliki bakat khusus ini.
Secara terjadwal, kegiatan seni tilawah dilakukan sepekan sekali usai sholat Ashar. “Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi salah satu ekstrakurikuler di bawah tanggung jawab bagian ibadah dan pengajaran santri. Selama ini kegiatan dapat berjalan lancar sesuai agenda” ujar Ustadz Budi.
Selain mendapatkan tugas mengaji tilawah, para Qurro mendapatkan tugas sebagai mu’adzin sholat serta iqomah. Setahun sekali, mereka bertugas sebagai bilal sholat Tarawih.
Selain melakukan berbagai aktivitas di dalam pesantren, mereka juga aktif berpartisipasi dalam aneka lomba terkait MTQ ataupun sholawat. Kegiatan lain yang memerlukan suara indah adalah marawis dan nasyid.
Kepandaian membaca Al-Qur’an dengan tilawah juga diperlukan saat ada acara sebagai pembacaan kalam ilahi. Maka, menurut Ustadz Budi, santri bisa membaca AL-Qur’an dengan lagu menjadi kebutuhan, tidak saja buat dirinya sendiri, namun juga bagi masyarakat. Kemudian, Ustadz Budi juga berkeinginan menelurkan banyak generasi Qurro sebagai amanahnya. (Wardan/Billah)
