Pasca revolusi Mesir yang pecah beberapa minggu lalu membuahkan kesan tersendiri bagi para mahasiswa Indonesia yang kuliah di Mesir, lebih dari seribu orang dievakuasi oleh pemerintah Indonesia dengan pesawat yang sudah dicharter oleh Negara, termasuk 2 alumni Darunnajah Cipining yang saat kepulangannya menyempatkan diri bersilaturahmi ke Pesantren tercinta dan tak lupa mereka berbagi informasi dengan para Asatdidz dan para santri mengenai keaadan mesir yang sedang memanas pada saat itu.
Di sisi lain mesir mempunyai daya tarik tersendiri bagi mahasiswa Indonesia, tak bisa diragukan lagi mesir mempunyai wisata budaya yang membuat decak kagum bagi para turis yang berkunjung kesana, terdiri dari pyramid, spinx, kuil-kuil serta Sungai Nil yang merupakan sungai terpanjang di dunia.
Selain karna keindahan peninggalan peradaban, ada magnet kuat yang mendorong pelajar Indonesia untuk kuliah di Mesir, Yups…! Al Azhar University, Universitas tertua di dunia itu menjadi salah satu universitas acuan pelajar Indonesia untuk kuliah, hal ini juga dirasakan oleh para santri MA Darunnajah Cipining untuk belajar di Negeri Seribu Menara tersebut.
Karna begitu besarnya antusias para santri MA. Maka, Pesantren memfasilitasi mereka dengan mengadakan persiapan sekaligus pembekalan bagi yang berminat melanjutkan pendidikan ke Al Azhar.
Tepatnya pada tanggal 22 februari 2011 diadakan pembekalan di ruang serbaguna yang dihadiri oleh para santri MA yang berjumlah 22 santri,
“Saya berminat kuliah di Mesir khususnya di Al Azhar karana selain dapat mendalami pelajaran agama dan bahasa juga karna adanya beasiswa, jadi lebih ringan biayanya daripada kuliah di Indonesia” jawaban salah seorang peserta yang kami wawancarai selepas pembekalan selesai.
Pesantren memberikan pembekalan secara bertahap hingga menjelang hari H, yang meliputi kecakapan secara lisan dan kecakapan secara tertulis, hal ini dilakukan mengingat karna untuk kuliah di Al Azhar harus mengikuti tes masuk yang berupa ujian syafahi (lisan) dan ujian takriri (tulis).
“tes dilaksanakan antara Mei-Juni maka perlu adanya persiapan yang matang untuk lulus tes masuk” tambah Ust. Romansyah, Lc selaku pembimbing program studi ke Timur Tengah. Adapun materi yang akan diujikan SBB:
- Hafalan Al Qur’an minimal 3 Juz (harus lulus)
- Muamalat Fiqhiyah
- Siroh Nabawiyah
- Hadist
- Balaghoh
- Nahwu Shorof
- Dan yang terpenting bias berbahasa Arab.
Pendaftaran dan pelaksanaan tes biasanya dating lansung ke Kedutaan Besar Mesir Jl. Teuku Umar No. 68 Menteng Jakarta Pusat. Belum ada keterangan mengenai berapa jumlah kuota tahun ini, dampak dari situasi Mesir yang belum stabil yang juga mempengaruhi pihak Al Azhar memberikan peluang beasiswa tahun ini apa tidak, we see later (ochim nur)