Santri Kelas 2–6 TMI Belajar Memilih Pemimpin melalui Pemilihan Ketua Rayon Santri Kelas 2–6 TMI Belajar Memilih Pemimpin melalui Pemilihan Ketua Rayon

Santri Kelas 2–6 TMI Belajar Memilih Pemimpin melalui Pemilihan Ketua Rayon

Santri Kelas 2–6 TMI Belajar Memilih Pemimpin melalui Pemilihan Ketua Rayon

Ratusan santri kelas 2 hingga 6 TMI mengikuti Orientasi Wali Kamar dan Pemilihan Ketua Rayon di Auditorium Kampus 3 pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan ini digelar Pengurus OSDC bersama Asatidz Pengasuhan Santri sebagai langkah awal menyusun kepengurusan rayon untuk periode mendatang. Para santri tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi turut menentukan siapa yang akan memimpin mereka di asrama masing-masing. Suasana auditorium tampak hidup sejak pagi, diwarnai antusiasme santri yang penasaran dengan sosok wali kamar baru mereka.

Rangkaian acara dimulai pukul 07.00 dengan briefing penanggung jawab kegiatan oleh pihak pengasuhan santri. Setelah pembukaan oleh pembawa acara, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan, pembacaan doa, hingga pengumuman nama-nama wali kamar baru. Ust. Insan Kamil Nurrabbani, selaku Wakil Direktur Pengasuhan Santri, menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menjaga amanah dalam kehidupan rayon maupun asrama. Ust. Muhammad Abdul Hakim Firanda memimpin doa bersama, sementara Ust. Rafif Rabbani bertugas membacakan nama-nama wali kamar yang akan mendampingi santri.

Usai rangkaian seremoni di auditorium, santri kembali ke asrama masing-masing untuk melangsungkan pemilihan struktur kamar dan ketua rayon secara langsung. Proses ini menjadi inti dari keseluruhan kegiatan, sebab di sinilah santri belajar menilai, memilih, dan mempertanggungjawabkan pilihan mereka sendiri. Setiap kamar diberi kesempatan mengusulkan kandidat yang dianggap layak memimpin, sebelum akhirnya disepakati bersama. Momen ini menjadi ruang latihan kepemimpinan yang nyata bagi santri, jauh dari sekadar formalitas organisasi.

Santri Kelas 2–6 TMI Belajar Memilih Pemimpin melalui Pemilihan Ketua Rayon

Dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya, kegiatan tahun ini dirancang jauh lebih terstruktur. Pada tahun lalu, ketua rayon dipilih melalui pengajuan pengurus pusat kepada pihak pengasuhan hingga wakil pengasuh, tanpa melibatkan santri secara langsung. Tahun ini, Pesantren Darunnajah 2 Cipining mengubah pendekatan tersebut dengan mengajarkan santri cara memilih pemimpin secara bijak dan bertanggung jawab. Perubahan ini sejalan dengan harapan agar kepemimpinan rayon lahir dari kepercayaan santri sendiri, bukan sekadar keputusan dari atas.

Di balik proses pemilihan ini, tersimpan makna yang lebih dalam tentang amanah dan kepemimpinan dalam ajaran Islam. Setiap santri yang terpilih menjadi ketua rayon dituntut menjalankan tanggung jawab layaknya seorang pemimpin yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Sebaliknya, santri yang belum terpilih pun belajar arti kesiapan untuk dipimpin dan menghormati keputusan bersama. Nilai leadership dan kedisiplinan yang ditanamkan sejak dini ini diharapkan menjadi bekal karakter santri, bukan hanya untuk mengelola rayon, tetapi juga untuk kehidupan mereka kelak di tengah masyarakat.

Persiapan kegiatan ini pun tidak lepas dari tantangan. Panitia perlu menyusun standar operasional prosedur serta tata tertib yang jelas agar seluruh proses pemilihan berjalan lancar dan adil. Standarisasi kepemimpinan dalam pemilihan ketua rayon menjadi perhatian khusus, mengingat hasil pemilihan ini akan menentukan arah kepengurusan rayon selama satu periode ke depan. Bimbingan intensif dari asatidz pengasuhan pun turut mengiringi proses ini agar santri benar-benar siap mengemban amanah yang dipercayakan.

Respons santri terhadap kegiatan ini terpantau positif. Mereka mengikuti proses pemilihan dengan penuh semangat dan antusiasme, khususnya saat menentukan sendiri sosok yang akan memimpin rayon mereka. Ke depan, pihak pengasuhan berencana meningkatkan pengawasan terhadap jalannya organisasi rayon agar tidak dipandang sebelah mata. Penguatan organisasi akan dimulai dari unit terkecil, yakni struktur kamar, sebagai fondasi melatih jiwa kepemimpinan santri secara bertahap.

Melalui kegiatan ini, santri diajak untuk memahami bahwa memimpin bukan sekadar menduduki posisi, melainkan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Pembaca dapat terus mengikuti perkembangan kegiatan santri lainnya melalui kanal informasi resmi pesantren, sekaligus turut mendoakan agar para ketua rayon terpilih mampu menjalankan amanahnya dengan baik.