Santri Darunnajah Lestarikan Seni Kaligrafi Islami Santri Darunnajah Lestarikan Seni Kaligrafi Islami

Santri Darunnajah Lestarikan Seni Kaligrafi Islami

Pesantren Darunnajah 2 Cipining menggelar pelatihan kaligrafi yang diselenggarakan oleh OSDC (Organisasi Santri Darunnajah 2 Cipining) Divisi Kesenian. Kegiatan bertajuk pelestarian warisan Islam dan pengembangan seni islami ini dilaksanakan pada 22 Februari 2025 untuk santri putra dan 27 Februari 2025 untuk santri putri di Aula Alghozali.

Sebanyak 77 santri mengikuti pelatihan dengan antusias, terdiri dari 37 santri putra dan 40 santri putri. Peserta berasal dari santri kelas 1 hingga 5 TMI yang memiliki minat mendalam pada seni kaligrafi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam melestarikan warisan budaya Islam sekaligus membekali santri dengan keterampilan artistik.

Pelatihan santri putra dibimbing langsung oleh Ust. Fatkhul Mukmin dan Ust. Ismail Amin, sementara santri putri mendapat bimbingan dari Usth. Annisa Nur Latifah. Para pengajar memiliki keahlian khusus dalam seni khot Arab yang telah diakui kualitasnya.

Selama pelatihan, santri diperkenalkan pada dasar-dasar kaligrafi islami, mulai dari teknik memegang pena, proporsi huruf, hingga pola dasar penulisan.

Mereka juga mempelajari filosofi keindahan dalam setiap goresan huruf Arab, sejarah perkembangan kaligrafi dalam peradaban Islam, dan perannya dalam memperkaya khazanah budaya Islam.

Santri Darunnajah Lestarikan Seni Kaligrafi Islami
Santri Darunnajah Lestarikan Seni Kaligrafi Islami

Pencapaian nyata adalah meningkatnya keterampilan santri dalam menulis khot Arab dengan baik dan indah. Para santri diharapkan mampu memperkenalkan karya seni islami kepada masyarakat luas.

Proses seleksi peserta dilakukan melalui pendaftaran terbuka yang diumumkan OSDC. Antusiasme tinggi terlihat dari jumlah pendaftar yang melebihi ekspektasi panitia.

Sebagai tindak lanjut, OSDC berencana mengadakan pelatihan rutin mingguan dengan berbagai gaya penulisan seperti khot naskhi, tsuluts, dan riq’ah. Pelatihan ini membuktikan keseriusan pesantren dalam mengembangkan potensi santri di bidang akademik, keagamaan, dan seni.