Ajang bergengsi Darunnajah Language Competition (DLC) 2025 sukses ditutup pada Senin, 10 Februari 2025, di Gedung Olahraga Pesantren Darunnajah Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan santri Darunnajah dari berbagai cabang di Indonesia.
Kontingen Pesantren Darunnajah Jakarta berhasil mengunci status juara umum pada Darunnajah Language Competition (DLC) 2025. Ini menjadi pencapaian luar biasa bagi Santri Darunnajah Jakarta pada edisi ketujuh sejak pertama kali diadakannya DLC.
Sebagai juara umum, Kontingen Darunnajah Jakarta meraih 22 medali emas dan 8 medali perak.
Pembimbing Peserta Ungkap Rahasia Raih Juara Umum
Ustadz Rinto Anggara, sebagai pembimbing kontingen Darunnajah Jakarta, mengungkapkan kunci sukses timnya meraih juara umum. Menurutnya, ada empat faktor utama yang membuat Darunnajah Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum pada edisi ketujuh DLC ini.
“Pertama, pembinaan berkelanjutan yang kami lakukan terhadap para peserta selama karantina 14 hari. Kedua, kerja sama yang solid antara peserta dengan para asatidz yang berkompeten dalam bidang bahasa, seperti Ustadz Rizwan Hanif, Ustadz Mohammad Ahmad Faaris, Ustadz Muhammad Fajar Rizqi, dan masih banyak lagi berjibaku membantu kami,” ujar Ustadz Rinto.
“Ketiga, dukungan dari berbagai pihak, mulai dari dewan guru hingga orang tua, memberikan dorongan semangat yang sangat besar bagi para peserta. Keempat, kami juga rutin melakukan uji coba dan evaluasi, termasuk debat bahasa Arab yang diujicobakan dengan mahasiswa Universitas Darussalam Gontor secara online.”
Ustadz Rinto mengungkapkan rasa syukur karena kontingen Darunnajah Jakarta berhasil meraih gelar juara umum DLC ke-7 ini, dan berharap ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas bahasa para santri.
“Ya, pertama kami bersyukur kepada Allah SWT, karena ikhtiar kami membuahkan hasil yang luar biasa, terbukti dengan diraihnya kembali juara umum pada DLC ke-7 ini,” kata Ustadz Rinto.
“Target kami adalah untuk mempertahankan gelar ini dan terus memperbaiki kualitas dan semangat berbahasa para santri, sesuai dengan tema DLC kali ini, yaitu ‘Aamul Muhadatsah’ atau Tahun Percakapan (berbahasa),” tutupnya.