Santri Darunnajah ikuti Program Tes Minat Bakat Santri Darunnajah ikuti Program Tes Minat Bakat

Santri Darunnajah ikuti Program Tes Minat Bakat

Pondok Pesantren Darunnajah kembali menyelenggarakan kegiatan Tes Minat Bakat bagi para santri sebagai upaya membantu mereka mengenali potensi diri sejak dini. Kegiatan ini bekerja sama dengan Darunnajah Assessment and Development Center (DADC), unit layanan psikologi di bawah naungan Yayasan Darunnajah yang fokus pada asesmen pendidikan dan pengembangan potensi individu.

Pelaksanaan psikotes dilakukan secara terpisah, yakni untuk santri putri pada Jumat, 6 Februari 2026, dan santri putra pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB dan dilaksanakan di kelas masing-masing agar suasana tetap kondusif dan peserta dapat mengerjakan dengan optimal.

Santri Darunnajah ikuti Program Tes Minat Bakat
Santri Darunnajah ikuti Program Tes Minat Bakat

Sebelum mengerjakan soal, para santri terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai tujuan dan tata cara pelaksanaan tes minat bakat. Tim pelaksana yang terdiri dari para alumni yang sedang menempuh studi psikologi turut mendampingi jalannya kegiatan, bersama Usth. Fieza, alumni Gontor, yang ikut berperan dalam proses asesmen.

Setiap santri mengerjakan soal yang berbeda sesuai dengan lembar asesmen yang telah disiapkan. Bentuk soal menyerupai ujian tulis dengan petunjuk pengerjaan yang dijelaskan secara bertahap oleh pengawas. Hal ini bertujuan agar setiap peserta memahami instruksi dengan baik sebelum mengisi lembar jawaban.

Santri Darunnajah ikuti Program Tes Minat Bakat
Santri Darunnajah ikuti Program Tes Minat Bakat

Tes Minat Bakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kecerdasan, kepribadian, sikap belajar, serta minat santri sebagai dasar dalam merencanakan pendidikan lanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para santri memiliki gambaran yang lebih jelas dalam menentukan pilihan studi dan karier yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka.

Hasil laporan asesmen akan diberikan satu bulan setelah pelaksanaan kegiatan. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Sekolah, guru BK, dan santri dalam mengembangkan potensi diri secara lebih terarah dan optimal.