Pondok Pesantren Darunnajah resmi membuka Perkemahan Kota beserta Lomba Prestasi Penggalang dan Penegak ke-38 pada Selasa (19/08/26). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Pekan Olahraga, Seni, dan Pramuka (Porseka) tahun 2026 yang akan berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Agustus mendatang.
Upacara pembukaan dihadiri Ketua Majelis Pembimbing Koordinator Gerakan Pramuka Darunnajah., KH. Hadiyanto Arief, S.H., M.B.S., jajaran Majelis Pembimbing Gugus Depan, serta tamu undangan. Acara diawali dengan pembacaan doa dan Surat Al-Fatihah untuk para pendiri dan perintis pesantren.
Bertindak selaku pembina upacara, Ustadz Jihad Ardhillah, B.A., M.H., (H.), dalam sambutannya beliau menyoroti kontras kehidupan generasi muda saat ini yang cerdas secara teknologi namun rapuh secara mental. Ia menegaskan bahwa kepramukaan di pesantren menjadi antitesis atas budaya instan dan individualisme yang kian marak di era digital.
Mengutip pesan Baden Powell, Ustadz Jihad mengingatkan bahwa satu minggu kehidupan perkemahan setara dengan enam bulan pengajaran di kelas. Peserta didorong menghayati nilai kejujuran, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah islamiah, dan kebebasan berpikir kreatif sesuai koridor syariah.
Menariknya, panitia memilih jangkar sebagai simbol utama perhelatan tahun ini. Ketua Majelis Pembimbing Harian, KH. Hadiyanto Arief, menjelaskan bahwa simbol tersebut merepresentasikan keteguhan iman dan takwa dalam menuntut ilmu di dunia kepramukaan.
“Kami percaya dari simbol jangkar ini bahwa di dalam mencari ilmu di dalam kepramukaan kita masih butuh yang namanya iman dan takwa sehingga tidak goyah,” ungkap Kyai Hadiyanto Arief saat meresmikan acara.
Momentum pembukaan ini juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus keikutsertaan santri Darun Najah dalam Jambore Nasional yang tengah berlangsung. Kehadiran mereka dinilai sebagai bukti nyata bahwa nilai panca jiwa pesantren telah teruji hingga tingkat nasional.
Kepada seluruh peserta, Ustadz Jihad Ardhillah berpesan agar berkompetisi dengan kehormatan, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Setiap pengalaman di bumi perkemahan diharapkan menjadi bekal berharga sebelum kelak terjun mengabdi di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran bagi seluruh rangkaian kegiatan perkemahan dan lomba hingga usai pada 22 Agustus mendatang.
(A.N.A)
