Santri Darunnajah 2 Cipining Menjelajah Perpustakaan Tertinggi Dunia Santri Darunnajah 2 Cipining Menjelajah Perpustakaan Tertinggi Dunia

Santri Darunnajah 2 Cipining Menjelajah Perpustakaan Tertinggi Dunia

Rombongan santri Pesantren Darunnajah 2 Cipining menyambangi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (29/5). Diinisiasi Divisi Perpustakaan, kunjungan ini dirancang untuk mendekatkan santri pada budaya membaca melalui akses langsung ke koleksi terlengkap di Tanah Air.

Bagi Pesantren, membaca lebih dekat dengan ibadah daripada urusan sekolah semata. Semangat itu berakar pada wahyu pertama, perintah membaca dengan menyebut nama Tuhan. Membaca dipandang sebagai jalan menuju cahaya ilmu, dan setiap halaman yang dibuka diniatkan sebagai pengetahuan yang berguna sekaligus bernilai ibadah.

Perjalanan dimulai pagi hari, diawali doa bersama dan pengarahan dari pembimbing. Tiba sekitar pukul 09.00 WIB, santri menitipkan tas bawaan ke loker dan menggantinya dengan tas transparan sesuai aturan gedung. Selepas itu mereka bebas memilih tujuan, dari ruang baca, layanan multimedia, hingga lantai-lantai koleksi yang ingin ditelusuri.

Gedung yang mereka masuki bukan perpustakaan biasa. Menjulang 126,3 meter dengan 27 lantai, Perpusnas diakui sebagai gedung perpustakaan tertinggi di dunia, mengungguli perpustakaan di Shanghai yang setinggi 106 meter, dan menyimpan lebih dari delapan juta koleksi. Bagi santri, menjelajahi ruang seluas itu jadi pengalaman langka.

Menjelang pukul 11.30, seluruh peserta bersiap menunaikan sholat Jumat, lalu makan siang di kantin gedung. Penjelajahan berlanjut sampai waktu Ashar, yang ditunaikan berjamaah. Sekitar pukul 16.30 rombongan bertolak pulang, dan sempat singgah membeli jajanan di perjalanan.

Sebagai kunjungan perdana, ada beberapa hal yang dicatat panitia. Sejumlah layanan, termasuk ruang multimedia di lantai 19, hanya terbuka bagi pemegang kartu anggota. Sebagian santri pun masih meraba denah gedung yang berlantai-lantai. Untuk kunjungan berikutnya, panitia berniat melibatkan lebih banyak santri.

Kunjungan ini hadir di tengah tantangan literasi nasional. Data Perpusnas menyebut rata-rata orang Indonesia membaca sekitar enam buku dalam setahun, angka yang masih tergolong rendah. Di titik itulah kebiasaan membaca yang ditanam sejak di pesantren menemukan artinya.

Santri Darunnajah 2 Cipining Menjelajah Perpustakaan Tertinggi Dunia

Sehari di antara rak buku memang singkat. Tetapi berjumpa langsung dengan jutaan koleksi kerap meninggalkan kesan yang lebih lekat daripada sekian banyak nasihat tentang pentingnya membaca. Pekerjaan rumahnya kini sederhana, menjaga ruang baca pesantren tetap ramai. Barangkali ini saat yang tepat membuka kembali halaman pertama.