Pesantren Melek Digital (PMD) menjadi program terobosan terbaru yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) Darunnajah 2 Cipining. Sebanyak 130 peserta yang terdiri dari 80 santri kelas 4-6 SMK dan 50 guru mengikuti pelatihan intensif digital marketing selama tiga hari, 9-11 November 2024.
Program yang mengusung konsep 80% praktik dan 20% teori ini dipandu langsung oleh praktisi digital marketing Ahmad Madani. Meski sempat terkendala pemadaman listrik dan sinyal internet yang tidak stabil, antusiasme peserta tetap tinggi dalam mengikuti rangkaian pelatihan.
“Ini adalah upaya kami mempersiapkan santri dan guru agar mampu mengoptimalkan media sosial untuk promosi lembaga pendidikan,” ungkap Wakil Pengasuh Darunnajah 2 Cipining saat membuka acara yang dihadiri juga oleh Direktur Pendidikan.
Peserta dibekali kemampuan praktis menciptakan konten kreatif dan strategi pemasaran digital yang efektif. Materi disajikan dengan metode interaktif, membuat suasana pembelajaran tetap dinamis dan tidak membosankan meski berlangsung hingga tiga hari.
“Responnya luar biasa. Peserta sangat antusias, terutama saat praktik langsung membuat konten promosi,” jelas Ahmad Madani. Untuk memotivasi peserta, panitia juga memberikan hadiah berupa buku bagi mereka yang aktif selama pelatihan.
Program ini diharapkan menjadi katalis bagi setiap lembaga pendidikan di bawah naungan Darunnajah 2 Cipining untuk mengoptimalkan promosi digital. Dengan bekal pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menciptakan konten menarik yang merepresentasikan keunggulan lembaga di dunia maya.
Keberhasilan program PMD membuka paradigma baru tentang pentingnya literasi digital di lingkungan pesantren. Ini membuktikan bahwa nilai-nilai tradisional pesantren dapat bersinergi harmonis dengan kemajuan teknologi digital untuk pengembangan dakwah dan pendidikan Islam yang lebih luas.