Santri Cilik Gelar Peringatan Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah

Santri Cilik Gelar Peringatan Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

Selasa sore, 10 Agustus 2021 para santri cilik sudah bersiap di lapangan badminton Kampus 2 guna melaksanakan Peringatan Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah. Wajah ceria mereka selaras dengan cuaca cerah sore ini.
Di awal Muharram ini mereka juga tengah menunaikan shoum sunah, amalan ibadah yang tidak mudah dikerjakan bahkan oleh orang dewasa sekalipun.

Loading...

Ust. Eki Ilman selaku pembawa acara naik mimbar dan membuka acara dengan pembacaan Surah Al Fatihah. Acara dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Muhammad Gyrinops Zul Atthar, Santri Cilik kelas 6. Santri asal Bangka Belitung ini tampil membacakan Surah At Takwier.

Acara diteruskan dengan sambutan dari Wakil Kepala Asrama Santri Cilik, Ust. Abu Sobirin, S.Pd. Dalam sambutannya beliau berpesan, “Kita harus melanjutkan estafet perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan Islam. Maka sungguh-sungguhlah, belajarlah yang giat.”

Ustadz penghobi Futsal ini menambahkan, “Tahun baru pada dasarnya adalah sarana instropeksi diri. Barangsiapa hari ini lebih baik daripada hari kemarin maka dialah orang yg beruntung.”
“Siapa yang mau jadi orang beruntung? Angkat tangannya!”
Pertanyaan ini sontak disambut angkat tangan para santri cilik dengan kompak.

Turut hadir pada acara ini Kepala MI Darunnajah Cipining, Ust. Hari Wijaya, S.M. M.Si. Beliau didaulat oleh Bagian Ibadah selaku panitia untuk menyampaikan Taushiah di hadapan santri cilik.
“Inilah tahun baru kita, tanggal 1 Muharram, penuh dengan lantunan dzikir dan sholawat, bukan tanggal 1 Januari yang biasanya dipenuhi dengan hura-hura dan kemaksiatan.”
“Kalian hadir ke pesantren ini pun sebenarnya adalah bagian dari hijrah. Yang tadinya tidak bisa apa-apa, setelah di pesantren jadi bisa sholat, bisa ngaji, ngerti sopan santun dan banyak hal. Jadi, inti hijrah adalah meninggalkan keburukan menuju kebaikan.” Tambah beliau.

Loading...

Pada penghujung taushiah beliau memberikan motivasi kepada para santri cilik perihal puasa yang sedang mereka laksanakan hari ini dengan mengutip hadits Rasul,
“Sebaik-baik puasa selain puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.”

Acara masih berlanjut, yaitu tashliyah atau resting sejenak sembari menunggu azan Maghrib berkumandang.
Penampilan pertama adalah Pidato Bahasa Indonesia oleh Faizan Khalis Prasetyo kelas 6 asal Bogor, membawakan tema Keutamaan Memanfaatkan Waktu. Menyusul kemudian penampilan dari Tim Nasyid Santri Cilik Putra membawakan lagu Bulan Islam Penuh Makna. Dilanjut berikutnya adalah penampilan dari
Tim Qasidah Santri Cilik Putri mempersembahkan lagu Syaikhona.

Acara terakhir adalah pembacaan Asmaul Husna dipimpin oleh Ust. Insan Kamil dan Ust. Fiki Indra.
Azan Maghrib pun berkumandang, tampak sumringah wajah mereka karena waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba, berbuka puasa. Usai buka puasa mereka bersegera melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dan beraktifitas kembali sebagaimana biasa.

Semoga hari ini menjadi awal kebaikan, keberhasilan dan keberkahan hidup mereka. Amin. (WARDAN/IG)

Loading...

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah