Menu

Santri Bakery Menjadi Perwakilan dari 160 Kecamatan Mengikuti Seminar Entreprenurship

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

 

2 Guru Darunnajah perwakilan dari Santri Bakery mengikuti Pelatihan Pengembangan Kapasitas Pranata, Pengukuran, Standarisasi Pengujian dan Kualitas. Seminar ini di adakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bogor.

Dari 160 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor hanya 12 Kecamatan yang dipilih untuk mengikuti pelatihan tersebut. Darunnajah Cipining mewakili Kecamatan Cigudeg Kenapa bisa Santri Bakery atau perwakilan dari Darunnajah yang dipilih untuk mengiktui seminar tersebut ? Karena Santri Bakery produksi dan brand namanya dinilai unik.

Pelatihan ini berlangsung tiga hari 23-25 Oktober 2019, di hotel The Rizen. Usth. Khodijah Al-Habibah mengangku senang mengikuti kegiatan tersebut “ Alhamdulillah perasaan ana senang sekali mengikuti seminar ini, karena bisa berkenalan dan belajar langsung berasama orang-orang hebat lainnya. Seminar ini sangat menginspirasi dan Insya Allah akan menambah semangat kami dan anak-anak untuk mengembangkan Santri Bakery.” Ujarnya.

Adapun pemateri yang menjadi mentor-mentor para pemilik UKM di sekitar Kab. Bogor adalah :

Dheni mita mala (S1 IPB, S2 japan) dan Ir. Dadang supriatna, MP. Mereka berdua adalah badan penelitian dan pengembangan industri kementerian perindustrian.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bogor. melihat UKM Santri Bakery ini berpeluang besar untuk memajukan usahannya.

Memangna apa saja sih yang di produksi oleh santri bakery ?

Selain rotinya yang di gemari santri, dan para tamu, santri bakery juga membuat beef roll, kripik singkong cokelat dan donat yang bentuknya lucu-lucu. Sirkulasi pembuatan santri bakery terus berlangsung setiap harinya.

Maka dari itu dengan adanya pelatihan tersebut santri bakery akan membuat kemasan dan label dengan lebih bagus dan juga meningkatkan kualitas produksi. Nantinya santri putri Darunnajah Cipining pun akan dilibatkan dalam pengembangan santri bakery. Alternatif lainnya untuk mengajarkan ilmu entreprenurship ini kepada santri adalah meningkatkan skill Nisaiyah atau keputrian. Salah satu cabang dari Nisaiyah ini adalah tata boga.

Dengan adanya pendidikan mengenai entreprenurship diharapkan menjadi bekal mereka saat terjuan di masyarakat nanti, dan membuat bisnis sendiri.

(Wardan/iffa)

 

 

 

 

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Serunya Diskusi Bidayatul Mujtahid Bersama Syaikh Dr. Shawki

Untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya, Sekolah TInggi Agama Islam (STAI) Darunnajah mengadakan diskusi mingguan “Kajian Bidayatul Mujtahid”. Kegiatan yang berlangsung setiap hari Selasa ini menghadirkan pembicara