Santri adalah Subjek-dan bukan Objek- Pendidikan

Salah satu ciri ‘pendidikan yang bernyawa’ adalah bahwa pendidikan tersebut bertumpu pada proses, dan bukan sekedar mengutamakan hasil, terutama nilai yang ada di lembaran raport/ijazah. Hal ini menjadi dasar idealisme Pesantren Annur Cidokom (Darunnajah 8) yang mempercayai bahwa santri haruslah menjadi ‘subjek’ dan bukan sekedar menjadi ‘objek’ bagi sebuah proses pendidikan. Maka santri mutlak harus diberdayakan dan diberikan kesempatan untuk berlatih memimpin.

Maka, pesantren sangatlah berbeda dengan kebanyakan lembaga pendidikan yang memperlakukan murid mereka sekedar sebagai ‘objek’ yang harus ‘diisi otaknya’ dengan ilmu pengetahuan melalui kegiatan belajar mengajar (KBM).

Pesantren Annur-sebagai lembaga yang berorientasi kemasyarakatan- justru memberikan kesempatan pada santrinya untuk terlibat mengorganisir seluruh aspek kehidupan didalam pondok pesantren ini. Hal ini ditujukan untuk membekali santri ketika mereka berkiprah di masyarakat kelak. Salah satunya melalui kepengurusan dalam Organisasi Santri Annur Darunnajah 8 (OSANDN.)

Pengurus OSANDN berasal dari santri senior yang diberi kepercayaan untuk ‘melayani’ kawan-kawan santri lainnya didalam mengelola mayoritas aspek kehidupan pondok.

Maka tidak heran jika nuansa santri terus mewarnai pondok ini. Wajah damai santrilah yang akan menyambut setiap tamu yang datang, dan bukan kumis garang sang satpam seperti di kebanyakan sekolah. Kawan santri jualah yang mereka temui di kantin atau koperasi. Kawan santri pulalah yang menyendokkan lauk pauk pada saat makan mereka. Santri jugalah yang berlarian menyalakan mesin diesel jika tiba-tiba listrik padam, dan bukan karyawan pondok. Bahkan di Pesantren Annur pun, setiap harinya, beberapa santri senior juga turut diberi kepercayaan untuk mengajar didalam kelas dan mengelola ujian kawan santrinya.

Hal ini semua ditujukan untuk mempersiapkan mereka untuk bisa hidup dimasyarakat kelak dan terbiasa melayani masyarakatnya. Karena pada hakikatnya, sayyidul qoumi khoodimuhu, pemimpin sebuah kaum adalah pelayan mereka

Posted from WordPress for BlackBerry.