Adalah suatu kewajiban setiap pesantren melahirkan dan meluluskan generasi yang shaleh nan shalehah, melahirkan generasi Qur’ani dan mandiri. Mempersiapkan dan membentuk Akhlaqul Karimah serta belajar memahami apa yang terdapat dalam Al-Qur’an.
Selain belajar Al-Qur’an dikelas, santri niha’i juga diasrama tak lepas dari perhatian wali kamar dan kepala asrama untuk mempelajari Al-Qur’an.
Tes Baca Al-Qur’an ini dilakukan guna mengetahui kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an, sejauh mana santri dapat memahami dan mengetahui hukum-hukum bacaan Al-Qur’an (tajwid).
Tes ini dimulai dari pukul 17.30 wib sampai pukul 18.00 wib. Tepat didepan asrama santri, kurang lebih setengah jam tes baca Al-Qur’an ini berlangsung.
Dengan bergantian (individu) santri melaksanakan tes tersebut, dimulai dari cara membaca, makharizul huruf, tajwid dan kemampuan lainnya dalam memahami Al-Qur’an.
Tak lepas dari itu, semangat dan antusias santri niha’i beserta kepala asrama, sangat mendukung berjalannya kegiatan ini.
Tak bosan juga kepala asrama selalu membimbing, mengarahkan serta mengevaluasi hal ini demi tercapainya sebuah tujuan, yaitu menciptakan dan melahirkan santri yang shalih nan shaliha serta faham akan kitab suci Al-Qur’an.
Syathir