Safari Dakwah: Dakwah Ala Cipining
Menu

Safari Dakwah: Dakwah Ala Cipining

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tugas dakwah itu dibebankan kepada setiap muslim. Laki-laki, perempuan, besar, kecil, santri, ustadz, pedagang, PNS, singkatnya adalah siapa saja yang mengaku muslim. Dakwah dapat dilakukan dengan cara apa saja, dimana saja, kepada siapa saja

, dan dalam kondisi apa saja. Dakwah yang paling mudah adalah melakukan segala sesuatu (rutinitas) dengan niat yang baik sesuai dengan perintah Allah dan sunnah Rasulullah. Jika hendak diambil contoh, maka contoh yang paling mudah adalah makan dan minum sesuai tuntunan Rasulullah. Berpakaian yang baik dan sopan (menutup aurat). Jujur, amanah, santun, dan menjaga pandangan. Atau bisa jadi membuang sesuatu yang sangat kecil dari benda atau duri yang berada di jalan dengan tujuan agar tidak mengganggu orang yang lewat. Itulah dakwah.

blank

Pembinaan dan pendidikan di pesantren Darunnajah Cipining selama 24 jam sehari semalam adalah bentuk praktik kehidupan secara islami. Titik beratnya adalah pembiasaan santri dalam aplikasi agama yang diharapkan menjadi penghias dirinya dalam segala hal. Belajar apapun mereka, harapannya kemudian adalah dapat direalisasikan secara nyata dalam kehidupan. Kehidupan yang baik akan dilihat kemudian ditiru dan diikuti, maka pada kondisi itulah tugas dakwah dapat dikatakan berhasil.

blank

Keberhasilan dalam berdakwah sangat ditentukan oleh kualitas orang yang berdakwah. Pembinaan dan pendidikan para santri yang bermuara pada dakwah, secara kontinyu harus dipersiapkan dengan baik. Maka secara sistematis dan pragmatis, pesantren membuat agenda dakwah santri. Mereka mendapat tugas untuk melakukan kegiatan di masyarakat seperti apa yang telah mereka lakukan di pesantren. Dalam hal ini, pesantren membuat program dakwah dimana para santri diterjunkan ke tengah masyarakat.

blank

Program dakwah tersebut dinamai dengan safari dakwah. Safari berarti perjalanan, ekspedisi, atau sebuah petualangan yang bukan sembarangan. Namun dalam kegiatan ini memiliki visi berdakwah. Dakwah bertujuan menyeru, memanggil, atau mengajak manusia untuk beriman kepada Allah SWT. Atau dalam bahasa yang sederhana yaitu mengajak kepada kebaikan, amar ma’ruf nahyi mungkar.

Safari dakwah diadaptasi pula dari kegiatan pramuka. Sehingga, kegiatan dakwah disini kental dengan edukasi yang proporsional, militan, pun relijius. Begitulah safari dakwah ala Darunnajah Cipining.

blank

Kegiatan safari dakwah secara massal dilakukan serempak dalam mengawali liburan semester pertama (ganjil) dan tahun baru masehi 2013 ini. Pelepasan kafilah dakwah dilakukan secara resmi dan langsung oleh pengasuh pesantren, KH Jakhari Abdul Jalal, Lc di lapangan parkir Darunnajah Cipining, Selasa (25/12) kemarin.

Kyai Jamhari melepas 131 kafilah dakwah yang tersebar ke seluruh Jabodetabek dan Banten. Setiap kafilah terdiri dari 10 santri secara merger dari kelas XII hingga VII dan pembimbing dari dewan guru. Seusai upacara pelepasan, ribuan santri ini bergerak menuju lokasi seraya mengumandangkan takbir. Menurut koordinator kegiatan, Ustadz Muhlisin, SHI, safari dakwah dilaksanakan selama 3 hari yaitu 25 hingga 27 Desember.

Sesampainya di lokasi, para santri memperkenalkan diri kepada masyarakat dengan bersilaturahmi kepada para tokoh, ulama, guru, dan sebagainya. Melalui forum-forum pengajian dan majelis ta’lim, mereka juga berkesempatan bersilaturahmi dengan warga setempat. Di madrasah-madrasah, mereka mengamalkan ilmunya, mengaji bersama anak-anak.

Dalam laporannya melalui media elektronik, pada pagi hari kedua, mereka mengawali dakwah dengan melakukan sholat Tahajjud lalu sholat Shubuh secara berjamaah di masjid-masjid. Usai mengikuti pengajian, ta’lim Shubuh, atau membaca Al-Qur’an, mereka mengisi kegiatan dengan berolah raga bersama. Menjelang siang, mereka melakukan berbagai aktivitas pendidikan atau kemasyarakatan dari membantu mengajar, mengadakan kursus-kursus hingga melakukan bakti sosial.

Secara umum, kesan yang para santri terima saat safari dakwah adalah mereka merasa bangga dan senang dapat diterima secara baik oleh masyarakat. Mereka mengaku penerimaan masyarakat salah satunya karena mereka adalah para santri yang belajar berdakwah. Artinya, para santri cukup menampilkan aktivitas keseharian mereka di pesantren. Sholat tepat waktu dan berjamaah, mengaji, dan lain-lainnya.

Begitulah dakwah bil hal (perbuatan) yang santri lakukan selama bersafari dakwah. Semoga kegiatan ini menjadi pemicu para santri untuk lebih baik lagi dalam belajar dan bertafaqquh fiddin sekembalinya mereka dari kegiatan liburan ini. Amin (red).

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Maklumat Pimpinan Terkait Peraturan Terbaru Kedatangan Santri

Maklumat Pimpinan Pesantren Annur Darunnajah 8 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 dan Kedatangan SantriMaklumat Pimpinan Pesantren An-Nahl Darunnajah 5 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 Dan