Serang, Rabu, 7 Januari 2026, Aula Fathan Mubina Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3 menjadi saksi lahirnya kepemimpinan baru dalam pengukuhan Organisasi Santriwati Putri Al-Manshur (OSPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka masa bhakti 2026–2027. Di hadapan seluruh santriwati kelas 1 hingga 6 TMI, santriwati kelas 5 TMI resmi menerima amanah untuk memimpin, menandai dimulainya proses regenerasi kepemimpinan yang terstruktur di lingkungan pesantren.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat sejak awal, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang membentuk ketenangan dan fokus seluruh peserta. Dalam sambutannya, Wakil Pengasuh Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3, Al-Ustadz Nur Ali Saputra, S.Th.I., M.Pd., menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang menuntut kedisiplinan, integritas, dan kesiapan untuk bertanggung jawab dalam setiap tindakan.
Memasuki inti acara, pembacaan susunan pengurus menjadi momen yang paling menentukan. Kariemah Aura Munajati dikukuhkan sebagai Ketua OSPM masa bhakti 2026–2027, didampingi Adya Fadhilatul Musyarofah sebagai wakil ketua. Sementara itu, kepemimpinan Koordinator Gerakan Pramuka diamanahkan kepada Zaida Sabrina sebagai koordinator, bersama Faida Afiyana Ma’shum sebagai wakil. Penyebutan nama-nama tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan penanda peralihan peran dari santriwati menjadi pemimpin yang akan menggerakkan organisasi.
Puncak kegiatan berlangsung pada prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan, di mana para pengurus menyatakan komitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi nilai-nilai pesantren. Prosesi dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari kepengurusan sebelumnya sebagai simbol kesinambungan organisasi yang tidak terputus, melainkan diteruskan dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Pengukuhan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari pembinaan kepemimpinan santriwati secara nyata. Melalui OSPM dan Gerakan Pramuka, santriwati dilatih untuk mengambil keputusan, bekerja dalam sistem, serta mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, mencerminkan kesiapan para pengurus dalam memulai peran barunya. Pada akhirnya, yang terjadi di Aula Fathan Mubina hari itu bukan hanya pergantian jabatan, melainkan perpindahan kepercayaan. Dari momen itulah, kepemimpinan tidak lagi dipelajari tetapi dijalankan.
