RIHLAH, MENYAKSIKAN ALAM SEKITAR DARUNNAJAH CIPINING NAN PERMAI

WARDAN-Jalan-jalan selalu menawarkan rasa enjoy and fun, apalagi bila dilakukan bersama teman-teman. Rasa inilah yang hinggap di benak para santri kelas VIII A dan B MTs saat mendatangi sumber mata air di kaki gunung yang berdiri tegak persis di belakang pesantren Darunnajah Cipining, Ahad (7/3/10).

ANDROMEDA sedang Beristirahat

Kegiatan yang juga resep menghilangkan rasa jenuh pada diri santri pada aktivitas sehari-hari di rutinitas pesantren ini dibimbing langsung oleh para wali kelas, yaitu  Ust. Septa candra dan ust. Imam ghozali. Bersama beberapa dewan guru yang turut , moment jalan-jalan yang dilakukan saat kegiatan pramuka tersebut sarat akan makna.

Kegiatan yang diselenggarakan atas inisiatif angkatan ANDROMEDA kali ini dimulai dengan start dari Darunnajah Cipining pada pukul 14.00 WIB dengan mengenakan kostum khas angkatannya yaitu berwarna hijau. Disepanjang jalan mereka menyaksikan betapa indahnya alam sekitar Pesantren yang sebelumnya belum mereka lihat atau kunjungi. “ Asyik, seru, dan menarik bisa bermain bersama teman, dan melihat indahnya kekuasaan Allah” ucap Giri salah satu peserta kegiatan tersebut.

Sesampainya di tempat tujuan, para santri melakukan berbagai macam kegiatan seperti : berenang, bermain air, foto-foto, dan lainnya di bawah pengamatan langsung para pembimbing. Setelah selesai melakukan kegiatan itu semua, para peserta bergegas pulang dan meninggalkan sumber air yang mengalir tepat di belakang pesantren. Ketika akan pulang mereka sempat bersinggah di masjid kampung Cipining untuk menunaikan Solat Ashar berjama’ah yang dipimpin oleh Ustadz Hamdani.

Saat Ekspedisi Berjalan

Walaupun terasa sangat melelahkan, tampak dari wajah para peserta sangat riang dan gembira. “sebenarnya kami lelah di sepanjang jalan. Namun, semua itu hilang karena kebersamaan kami semua dan ini merupakan salah satu kegiatan yang tak akan pernah kami lupakan dalam sejarah kehidupan kami” ujar Tegar santri asal Bekasi.

Tepat pada pukul 17.30 Wib seluruh santri kembali tiba di pesantren dalam keadaan basah kuyup. Namun semua itu tidak dijadikan halangan untuk menatap hari esok yang penuh kegembiraan yang akan mereka hadapi di pesantren. ( Laporan Tegar dan Giri )