Refleksi Isra Mi’raj: Menggali Sejarah dan Urgensi Salat

Refleksi Isra Mi’raj: Menggali Sejarah dan Urgensi Salat

Refleksi Isra Mi’raj: Menggali Sejarah dan Urgensi Salat
Refleksi Isra Mi’raj: Menggali Sejarah dan Urgensi Salat

BOGOR – Di tengah kesibukan menuntut ilmu, ribuan santri Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 sejenak “berhenti” untuk melakukan perjalanan spiritual. Kamis (15/01/2026), Aula 1 Dasawarsa menjadi saksi bisu betapa khidmatnya peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah peristiwa yang disebut sebagai puncak hiburan bagi Baginda Rasulullah.

Refleksi Isra Mi’raj: Menggali Sejarah dan Urgensi Salat

Hadir sebagai pembicara, Ustadz Taufiq Al Miftah berhasil memukau para santri dengan kupasan mendalam mengenai sisi emosional di balik perjalanan menembus Sidratul Muntaha tersebut.

“Jika Hijrah adalah bentuk coaching fisik dengan berjalan kaki, maka Isra Mi’raj adalah hadiah hiburan super cepat dengan Buraq. Allah ingin menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya secara langsung untuk menghapus kesedihan Nabi,” ujar beliau di hadapan seluruh santri.

Refleksi Isra Mi’raj: Menggali Sejarah dan Urgensi Salat

Filter Keimanan: Kamu Golongan Mana?

Dalam pemaparannya, beliau membedah fenomena sosial yang terjadi pasca-peristiwa tersebut. Menurutnya, Isra Mi’raj adalah “alat filter” iman yang memecah manusia menjadi tiga golongan:

1. Si Labil yang Murtad: Mereka yang gagal logika dan akhirnya meninggalkan iman.
2. Si Keras Kepala yang Kian Ingkar: Mereka yang justru menggunakan mukjizat ini untuk semakin menghujat Nabi.
3. Si Pencari Hidayah: Golongan yang awalnya belum percaya, namun justru mendapatkan keteguhan iman setelah mendengar kebesaran peristiwa ini.

Refleksi Isra Mi’raj: Menggali Sejarah dan Urgensi Salat

Dampak Nyata: Menjadi Manusia Bermanfaat & Rahasia TahajudUstadz Taufiq menekankan bahwa peringatan ini tidak boleh berhenti pada seremonial belaka. Beliau menitipkan pesan kuat bagi para santri agar menjadi “Sebaik-baik manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Menutup tausiyah dengan sentuhan yang sangat relevan bagi kehidupan pesantren, beliau memberikan resep khusus agar keinginan para santri mudah dikabulkan. Beliau memperkenalkan filosofi TAHAJUD sebagai senjata pamungkas.
“Tahu tidak kenapa kalian harus bangun malam? Karena Tahajud itu singkatannya: Tau-tau Hajatnya Terwujud. Jika ingin sukses, libatkan Allah di sepertiga malam,” tutupnya yang disambut gemuruh doa dari para santri.

Acara berakhir dengan doa bersama, membawa harapan agar hikmah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW tertanam kuat dalam karakter setiap santri Annur Darunnajah 8

Pendaftaran Santri Baru