Ratapan Semut- Semut

Ketika Sang Raksasa menjatuhkan remah-remah makanannya,
Lalu mengundang selera makan kami,
Semut, namanya semut, 100 bahkan 1000 ekor pun tak akan mampu menyamai besarnya jempol kaki raksasa itu bukan?
Apakah kalian sadar, setiap ada cuil remah yang jatuh,
Kami berebut, saling sikut, saling tindih, dan saling terjang.
Bahkan sebagian hanya dapat rasa babak belur, timbang remah- remah makanan itu.
Tetapi, mengapa ketika kau (Raksasa) merasa kehadiran kami disekitar kakimu,
Engkau tak rela dan tak sudi jika kami menyantap reremahan tersebut.

Tuhan..
Mengapa Engkau ciptakan kami sebagai makhluk yang kecil?
Sedangkan Engkau tahu, kami mudah terinjak- injak dan terbunuh.
Mengapa pula Engkau tidak menyediakan makanan yang cukup bagi kami Tuhan..
Lalu, apakah Engkau mengetahui raksasa?
Karna kami, para semut mengais reremahan diantara kakimu.
Apa artinya reremahan itu bagi si raksasa Tuhan??
Bagi kami, remah- remah itu sungguh luar biasa artinya,
Andaikan kita dapat bertukar posisi, saat kau (raksasa) menjadi kami…

Begitu sulitnya kami mencari makan, mengerahkan solideritas yang tinggi,
Menjungjung kerja sama, bahkan hingga gotong royong,.
Demi secuil reremahan makan..
Tetapi, mengapa kau (raksasa)begitu beringas? Tanpa belas kasih,
Dan merasa takut terkurangi makan dan takut tertanding.
Hasil karya: Luthfiyah Masrukhan, santri kelas 4 MA TMI.

(WARDAN/Rabiah Adawiyah)

BIODATA Penulis
Nama aku Luthfiyah Masrukhan, keren kan??
Nah loh?? Hehehe ya begitulah ada nya..
kalian bisa panggil aku lulu..
Aku lahir di kota Jakarta, tepat pada tanggal 23 juli 1999,.
Sekarang usiaku 15 tahun. Hobi aku itu baca, nulis, nonton, dan mendengarkan musik.Fix , aku seperti itu adanya.
Selain hobi- hobi yang aku sebutkan tadi, aku paling suka berpetualang dalam imajinasi, plus berkicau di dunia maya, maksudnya pingin dapet info terbaru gituh..
Yang inilah menjadikan aku bisa menulis puisi, Yang bermaksud Ratapan semut- semut.