Momentum pertengahan bulan suci Ramadhan menjadi saksi khidmatnya jalinan kepedulian sosial di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Bogor. Tepat pada peringatan 17 Ramadhan 1447 Hijriah, pihak pesantren menggelar agenda tahunan bertajuk “Santunan Sosial dan Ifthar Shoimin 1447 H” yang menyatukan sebanyak 1.319 orang dalam kehangatan buka puasa bersama pada Sabtu (7/3).
Agenda yang mengusung tema “Satu Aksi, Sejuta Arti” ini diinisiasi langsung oleh Departemen Humas dan Dakwah. Kegiatan dikemas untuk merekatkan ukhuwah antara para santriwati, dewan guru, serta kaum dhuafa, sekaligus menjadi instrumen pendidikan nyata dalam menanamkan kepekaan sosial kepada generasi muda pondok.
Suasana kekeluargaan terasa sangat kental dengan hadirnya komponen jamaah yang melimpah. Selain masyarakat penerima santunan (mustahiq), forum ini diikuti oleh seluruh santriwati kelas 1 hingga 6 Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat al-Islamiyah (TMI), seluruh guru putri, serta jajaran tamu VIP dari Darunnajah Pusat maupun cabang. Di lini operasional, santriwati kelas 5 TMI didelegasikan secara khusus sebagai panitia pelatih lapangan. Mereka dilatih langsung untuk merancang, mengoordinasikan, hingga mengeksekusi acara sosial berskala besar demi mengasah kecakapan manajerial di luar ruang kelas.
Wakil Pengasuh Pesantren Darunnajah 2 Cipining Ustaz Ridha Makky, M.Pd., menekankan pentingnya pembentukan karakter lewat aksi berbagi. Beliau menyatakan bahwa esensi sejati dari program ini adalah melatih hati anak-anak agar senantiasa peka dan tanggap terhadap kesulitan hidup sesama manusia di sekeliling mereka.
Nilai luhur ini juga mendapat apresiasi tinggi dari para pimpinan lembaga yang turut hadir di lokasi. Di antaranya adalah Ustaz Hasyim Sya’ban, S.Pd.I. dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan dan Pengasuhan Darunnajah Pusat, serta para Wakil Pengasuh dari cabang Darunnajah 3, 8, dan 14. Kehadiran para tokoh ini memperkuat dukungan terhadap gerakan pengajaran kepedulian sejak usia dini.

Mengelola perhelatan dengan jangkauan seribu orang lebih memunculkan tantangan tersendiri bagi kepanitiaan santriwati, terutama dalam hal pemenuhan target logistik dan koordinasi pendanaan (fundraising). Namun, kerja sama tim yang solid berhasil menuntaskan seluruh kebutuhan kepanitiaan dengan tepat waktu. Keberhasilan program ini terbayar lunas lewat senyum kebahagiaan para anak yatim dan kaum dhuafa yang merasa sangat terbantu saat duduk bersama di meja hidangan berbuka.
