Panggilannya Rachmat. Nama lengkapnya Rachmatullah, namun terkadang ia menambahnya dengan Ehrlatbie sebagaimana tertulis dalam akun Facebooknya, Ehrlatbie Rachmatullah. Santri asal Bekasi yang lahir 24 Januari 1995 itu, kini tengah duduk di kelas IX MTs Darunnajah Cipining. Lahir sebagai anak pertama dari 4 bersaudara dari pasangan Iwan Irawan dan Maifah.
Soal prestasinya jangan ditanya, pada 24 November 2010 lalu, ia menjuarai pidato bahasa Inggis kategori putra pada Porseni MTs 2010 tingkat kabupaten Bogor di Cibinong. Dalam perlombaan tersebut, ia menyingkirkan 4 peserta dari KKM lain. Perlombaan inipun juga bukan debutnya yang pertama, karena ia telah malang melintang di dunia pidato bahasa bule ini. Ia menjadi peserta dalam Pekan Olahraga dan Seni Pesantren tingkat Daerah, di Bandung, Jawa Barat pada bulan Juni 2010 lalu, membawa nama kota Buiten Zorg, Bogor. Selain itu ia pun pernah menjuarai ‘The Language Festival’ Mei 2010, di Darul Muttaqien Bogor, masih dalam kategori yang sama.
Santri peraih beasiswa belajar selama semester genap saat duduk di kelas VII MTs Darunnajah Cipining ini mengaku sering mengasah skill bahasa Inggrisnya melalui lirik lagu Barat yang disukainya. Mencari lirik lagu-lagu tersebut melalui dunia maya, kemudian ia terjemahkan sendiri menggunakan kamus. Tak hanya itu, ia juga doyan menonton film Barat dan juga tayangan ilmiah berbahasa Inggris yang sering ia tonton di Metro TV seperti ‘Naked Science’, ‘National Geographic’, ‘Absolute 2020’, dan masih banyak lagi.
Ia mengaku, getolnya mendalami bahasa inggris, salah satu tujuannya adalah agar dapat lulus dalam memperebutkan beasiswa AFS (American Field Service) atau YES (Youth Exchange Student) yang akan ia tempuh 2012 nanti. Lebih dari itu, menekuni bahasa asing, baginya merupakan gaya hidup serta modal hidup seorang remaja yang harus bersaing di era global saat ini.
Dari kemampuanya berbahasa Inggris, ia juga pernah punya kenangan yang tak terlupakan. Saat berada dalam kereta api, ia menjumpai sosok manusia bule yang sama-sama dalam satu gerbong. Melihat kesempatan ini dan merasa ingin mencoba bahasa Inggrisnya, ia beranikan diri untuk menyapa bule yang setelah dikenalnya ternyata berasal dari Belanda tersebut. Meski menjadi perhatian penumpang lain, ia cuek dan asyik berbincang. Dengan hobinya membaca dan menulis, iapun menjadi juara 1 dalam LMCP (Lomba Menulis Cerita Pendek) se-Darunnajah Cipining pada November 2010 lalu. Cerpen karyanya berjudul “Surat Untuk Negeriku’.

Rachmat yang memiliki cita-cita dapat berkeliling dunia, sekolah di Perancis dan menjadi seorang penulis, sebenarnya memiliki modal nasihat sederhana dari orang tuanya, “Sekolah yang bener”. Namun kalimat yang sangat biasa dinasihatkan orang tua kepada anaknya ini, direspon dengan luar biasa olehnya. Seakan menjadi mukjizat, nasihat itu ‘ampuh’ mengantarkannya menjemput berbagai prestasi. 3 orang yang juga dirasa sangat mempengaruhinya adalah Andrea Hirata, Ahmad Fuadi, dan Anggun C Sasmi. “Mereka sama-sama punya ambisi tinggi dengan segala macam cara menggapainya. Sekarang Ahmad Fuadi semakin popular dengan bukunya. Andrea Hirata sedang menembus pasar internasional untuk bukunya ‘The Rainbow Troop’ dan ‘The Dreamer’. Sedangkan Anggun telah sukses mengharumkan nama bangsa melalui musik bertaraf internasional terutama Eropa. Bahkan sekarang Anggun ini menjadi duta PBB” jelasnya.
“Hidup itu mimpi. Bangun dan kerjakanlah!! Kalau kamu punya mimpi, jangan balik ke kamar dan mimpi terus. Tapi bangun lalu kerjakan!!! Hidup tanpa mimpi itu hambar” Begitulah kata-kata yang ia sukai mengcopy paste perkataan Anggun C Sasmi. Maka, kemudian ia merumuskan hidupnya dengan motto ‘Yesterday is history. Tomorrow is mystery and today is a gift God to me’.
Pada 28 Desember nanti, ia kembali akan berlaga dalam pidato bahasa Inggris Porseni MTs tingkat Propinsi mewakili Wilayah 1 yang bertempat di Indramayu. May Allah bless you, and hopefully winner! (Wardan/Billah)





