Di sebagian pesantren materi insya dianggap materi yang mudah diajarkan,ada anggapan cukup bisa bahasa arab pasti bisa mengajar isnya padahal seorang guru bisa dan mampu mengajarkan insya apabila sudah menguasai Qowaidul Lughah arabiah,Qowaidul nahwu dan sharaf karena memang saling terkait, oleh karenanya Darunnajah Cipining berusaha untuk meningkatkan kemapuaj guru khusunya dalam materi insya dengan mengikutkan 4 orang dalam ta’hil Qowaidul insya di cipanas. Dari sanalah akan banyak pengetahuan dan ilmu baru dalam pengajaran mata pelajaran insya, ust. Ahmad Dimiyati,S.Pd.I, ust Mukmin Hidayat,Ust.Aal Jalaludin dab Uts. Meiydi Risyandi yang di utus untuk mengikuti peningkatan pengajaran materi insya.
Diantara materi yang di sampaikan adalah bagaimana cara seorang guru dalam mengajarkan mapel insya, poin pentingnya adalah pendalaman Qowaidul tadris isnya yang benar. Fokusnya agar guru insya menjadi lebih profesional dalam pengajaran mapel insya. Diankhir sesi pendalaman ada kewajiban untuk praktik mengajar oleh setiap peserta ta’hil yang di saksikan oleh seluruh yang ikut dan di awasi oleh musrif dan pengawas.(wardan/maghfur)
