Perhatian masyarakat terhadap alumni Darunnajah Cipining cukup tinggi. Pak Kyai mengaku kalau alumni baru saja sudah banyak yang meminang, misalnya untuk menjadi guru di lembaga-lembaga pendidikannya. “Selama ini kita kewalahan untuk melayani permintaan dari luar, karena permintaan masih lebih besar daripada keberadaan alumni kita yang ada. Saya sangat bersyukur sekali, kalau di tempat lain, lulusan aliyah atau sekolah dapat ijazah lalu bingung mau kerja apa, disini tidak, anak-anak belum lulus dan belum dapat ijazah saja sudah banyak yang menawari kerja” ujar KH Jamhari Abdul Jalal, Lc di depan para wali santri saat sosialisasi kegiatan santri kelas akhir di aula pesantren, Ahad (20/3).
Pak Kyai lalu mencontohkan bahwa tahun lalu pesantren mendapat permintaan guru sebanyak-banyaknya untuk ke Sumatra Barat, namun beliau hanya bisa mengirim 8 alumni. Selain itu permintaan yang belum terpenuhi di antaranya dari Jawa tengah, Poso, Kalimantan Barat. Bahkan Yayasan juga memerlukan untuk di cabang seperti di Muko-muko, Dumai, Serang, Padarincang, Malimping, dll.
Selain lembaga pendidikan yang melamar alumni Darunnajah Cipining untuk dijadikan guru, ada pula perguruan-perguruan tinggi yang sudah mengharapkan mereka. Perguruan tinggi yang telah melaksanakan sosialisasi dan tes beasiswa untuk santri ini antara lain UIN Syahid, SEBI, Unas, bahkan yang telah mengajukan untuk presentasi di antaranya adalah UIKA, LP3i, UMJ, serta STAIDA (Sekolah Tinggi Islam Darunnajah).
Dari sisi yang lain, Pak Kyai juga mengatakan bahwa para alumni dari sekitar pesantren (non Asrama) pada umumnya dilirik juga oleh sekolah-sekolah di sekitar lingkungannya. Ini mengisyaratkan bahwa para alumni ini mendapat kepercayaan oleh masyarakat, padahal mereka belum mendapatkan sertifikat atau surat mengajar.
“Tidak saja dapat ijazah, tapi dapat ilmu dan dapat berkah. Mungkin ilmunya tidak seberapa, orang titelnya saja belum ada, tapi sudah diterima oleh masyarakat. Padahal banyak lulusan sarjana juga melamar kerja ditolak. Tapi inilah keberkahan“ lanjut Pak Kyai.
Diterimanya alumni pesantren Darunnajah Cipining oleh masyarakat bukanlah tanpa sebab. Pak Kyai merasa bahwa alumninya juga memiliki Ijazah aliyah, tapi ijazah mereka tidak sama dengan di aliyah luar. Banyaknya kegiatan dan program pesantren, menjadikan alumni berjiwa dewasa dan kaya akan pengalaman. Uji coba tiap tahun selalu dilakukan melalui program PDPM (Praktik Dakwah dan Pengembangan Masyarakat). Dan kegiatan ini terbukti bahwa para santri dapat mewarnai masyarakat sehingga masyarakat dapat menerima mereka dengan baik. (Wardan/Billah).
