Program Super Excellent: Pesantren Tahfizh Al-Qur’an

 

Nama Darunnajah mempunyai arti yang sangat istimewa untuk kita pahami. Darunnajah merupakan istilah berbahasa Arab yang berarti ‘Kampung Sukses’. Mudah-mudahan atas kuasa dan rindha Allah SWT bisa menghantarkan kita berada dalam kesuksesan sesungguhnya, sukses di dunia dan sukses kelak di akhirat. Darunnajah disini merupakan rumah atau tempat untuk mencari jalan menuju ridha Allah SWT.    Betapa bahagianya kita telah diberi rahmat oleh Allah SWT, dengan diberi hidayah (petunjuk) untuk menuju ke jalan-Nya (yang benar).

Dengan melalui petunjuknya-Nya jua, kita dapat belajar mengaji dan belajar untuk mengamalkan ilmu-ilmu yang sudah kita dapat. Insyaallah dengan jalan ini, mudah-mudahan Allah SWT akan senantiasa selalu memberikan kenikmatan yang sesungguhnya sampai kelak di akhirat nanti.

Darunnajah Cipining yang berlokasi di Kabupaten Bogor ini, merupakaan sebuah pesantren cabang ke-2 dari Darunnajah Ulujami, Jakarta. Darunnajah Cipining berdiri pada tanggal 18 Juli 1988 oleh (Alm) KH. Abdul Manaf Mukhayyar.    Pesantren ini menggunakan sistem kurikulum terpadu yaitu mengadopsi dan menggabungkan  kurikulum Gontor, Diknas dan Depag. Sistem pendidikannya juga didukung dengan asrama, serta sistem pengajarannya juga maksimal dengan menggunakan bahasa pengantar Arab dan Inggris secara intensif. Tidak hanya sistem dan kurikulum terpadu yang menjadi keunggulan pesantren yang kini diasuh oleh KH JamhariAbdul Jalalm Lc ini. Selain semua itu, Darunnajah Cipining juga didukung dengan lingkungan yang asri, alami, dan islami. Sehingga bisa menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar para santri.

Berdiri di atas lahan wakaf seluas  70 hektar menjadikan pesantren Darunnajah Cipining ini dengan leluasa berkembang, untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berbasis Islam. Sementara ini dengan adanya lahan seluas itu, Darunnajah Cipining telah membangun sarana pendidikan yang terbagi menjadi 3 kampus.

Adapun pengelolaan kampus-kampus tersebut dapat dikelompokan menjadi unit-unit pendidikan. Di bawah ini adalah unit-unit pendidikan yang dimiliki Darunnajah Cipining:

  1. Lokasi Pesantren SD/MI berasrama, putra dan putri (Kampus I)
  1. Lokasi Madrasah Ibtidaiyah/SDI, berasrama dan non asrama, putra dan putri. (Kampus II)
  2. Lokasi Madrasah Diniyah/Sekolah agama non asrama, putra dan putri. (Kampus II)
  3. Lokasi Tarbiyatul Mu’allimin wa al-Mu’allimat al-Islamiyah (TMI)-SMP/MTs dan SMA/MA (Kampus I).
  4. Lokasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) putra dan putri (Kampus III).
  5. Lokasi Madrasah Tsanawiyah/SMP Islam, berasrama dan non asrama, putra dan putri (Kampus I dan II).
  6. Lokasi Madrasah Aliyah/SMU dan SMK berasrama dan non asrama, putra dan putri (Kampus I dan II)

Pengelolaan pendidikan dan pengajaran serta kegiatan santri sehari-hari dilaksanakan oleh para dewan guru yang akran dipanggil ustadz dan InsyaAllah mumpuni di bidangnya. Sebagian besar para ustadz Darunnajah Cipining mempunyai latar belakang pendidikan dari berbagai perguruan tinggi dan pesantren modern, sehingga dengan adanya sumber daya manusia  (SDM) yang berkualitas ini, Darunnajah Cipining memang menjadi salah satu pesantren modern yang berkualitas dalam segi mutu pendidikannya.

Darunnajah Cipining selain mengelola Pesantren yang diintegrasikan dengan pendidikan umum (SMP dan SMA) yang diberi nama Tarbiyatul Mu’allimin wa al-Mu’allimat al-Islamiyah (TMI/ Program 6 tahun ), juga mengembangkan pesantren kanak-kanak usia SD dan Tahfiz Al-Qurán (usia minimal SLTP).

Khusus progam tahfizh ini merupakan progam baru yang ada di lingkungan Darunnajah Cipining. Progam ini dirintis oleh Ustadz Shoim dan Ustadz Mulyadi Abbas pada tahun 1998. Dan pada tahun ini telah menginjak usia 14 tahun, tentunya banyak sekali progam tahfizh ini mengalami perkembangan yang mengembirakan. Selain telah banyak mencetak hafidz dan hafidzah, progam ini juga telah banyak mencetak pemimpin-pemimpin yang telah tersebar di seluruh nusantara ini.

Progam tahfizh juga memberdayakan para santri untuk kreatif dan  mengembangkan skill kepemimpinan lewat sebuah organisasi santri. Hal ini dilakukan mengingat santri merupakan generasi penerus bangsa ini. selain tahu ilmu agama santri juga harus dibekali ilmu pengetahuan umum, supaya lebih mapan dan berkualitas.

Dahulu pada awalnya organisasi santri tahfizh masih menginduk kepada OSDC (Organisasi santri Darunnajah Cipining), dan baru pada tahun 2004 organisasi ini mulai berdiri sendiri dengan nama Organasasi Santri Tahfizh Al-Qur’an (OSTAQ). Dengan peraturan dan agenda kegiatan yang sedikit berbeda dengan organisasi lainnya, diharapkan bisa menjadi wahana para santri untuk mengembangkan diri khususnya santri pesantren tahfizh.

Perbedaan organisasi di tahfizh Al-Qur’an ini sebenarnya berada pada sistem, seperti hal-nya contoh, kalau di Tahfizh ada tambahan: tasmi’ (menyetor hafalan sebanyak setengah halaman setiap hari), takrir (mengulang hafalan lama) yang dilaksanakan setiap 3 hari sebelum sholat qobla dan ba’da Maghrib, dan juga Isti’dad (mempersiapkan setoran hafalan untuk esok hari) dilaksanakan pada pukul 21.30-22.00 WIB. Pada saat ini (tahun 2012) santri yang belajar di pesantren Darunnajah Cipining sebanyak 1.796 santri. Dan yang masuk dalam progam pesantren tahfizh Al-Qur’an berjumlah 106 siswa, terdiri dari 56 santri putra dan 51 santri putri.

Mudah-mudahan dengan adanya ikhtiar dan perjuangan menegakkan agama Allah SWT melalui lembaga pendidikan Islam ini, bisa membawa berkah serta dapat memberikan kontribusi dalam mengisi pembangunan negara Indonesia tercinta ini. Sehingga yang diharapkan out-put yang dihasilkan oleh pesantren Darunnajah II Cipining ini bisa menjadi orang yang beriman dan bertakwa serta bermanfaat bagi agama dan negara…… (Wardan/Kasanudin).