Program program pembelajaran PAUD
Menu

Program Program Pembelajaran PAUD

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

1. Program pembelajaran TK, RA, BA dan bentuk lain yang sederajat dapat dikelompokkan dalam program pembelajaran agama dan ahlak mulia; program pembelajaran -sosial dan kepribadian; program pembelajaran -pengetahuan dan teknologi; program pembelajaran -estetika; dan program pembelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

2.Program pembelajaran TK, RA, BA dan bentuk lain yang sederajat dikembangkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki SD, MI, atau bentuk lain yang sederajat.

3.Program pembelajaran disusun dengan memperhatikan tingkat perkembangan fisik dan psikologis peserta didik serta kebutuhan dan kepentingan terbaik anak

4.Semua program pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan mendorong kreativitas serta kemandirian.

5.Pengembangan program pembelajaran TK, RA, BA dan bentuk lain yang sederajat didasarkan pada prinsip bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain dengan memperhatikan perbedaan bakat, minat, dan kemampuan masing-masing anak, sosial budaya, serta kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
6.Pengembangan program pembelajaran TK, RA, BA dan bentuk lain yang sederajat harus mengintegrasikan kebutuhan anak terhadap kesehatan, gizi, dan stimulasi psikososial.
Perlukah Anak TK Diajarkan Baca Tulis dan Bahasa Inggris?KONTROVERSI pengajaran baca-tulis dan Bahasa Inggris untuk anak Taman Kanak-kanak (TK) masih berlangsung. Kalangan yang tidak setuju berargumentasi bahwa TK adalah masa bermain sehingga tak perlu dibebani dengan pelajaran. Dikhawatirkan pengajaran baca tulis dan Bahasa Inggris akan mengurangi kesempatan bermain siswa.

Sedangkan pihak yang setuju memberi alasan bahwa baca-tulis dan Bahasa Inggris sudah menjadi ketrampilan dasar (basic skill) yang perlu dipelajari sejak dini di era global ini. Apalagi banyak SD mensyaratkan siswa masuk sudah mampu baca-tulis, atau diandaikan tamat TK sudah mampu baca-tulis. Buku-buku paket untuk kelas SD pun mengandaikan anak sudah bisa baca tulis.

Orangtua pun khawatir kalau anaknya masuk SD belum mampu baca-tulis akan mengalami kesulitan belajar. Alasan yang sangat realistik. Untuk Bahasa Inggris, mereka berargumen bahwa agar mampu bersaing di era global, anak-anak harus menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sejak dini. Alasan ini didukung dengan pendapat bahwa proses penguasaan bahasa berlangsung paling efektif pada masa kanak-kanak.

 

 

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait