Program Edukatif Persuasif

Setelah kurang lebih selama sebulan intensifitas kegiatan ta’lim al-Qur’an  selepas sholat fardhu 5 waktu oleh santri kelas XI MA (5 TMI) berjalan lancar, kini program ta’lim untuk kelas yang lain juga digulirkan. Seperti contohnya kelas X (4 TMI) dan XII (6 TMI), mereka kini dijadwalkan mengisi ta’lim di kamar-kamar santri saat menjelang tidur malam. Hal ini sebagaimana disampaikan pimpinan pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc dan penanggung jawab kegiatan ini yaitu, kepala Biro Dakwah dan Humas, Ustadz Katena, S.Pd.I. pada kesempatan rapat Jum’at pekan lalu.

Dikatakan edukatif karena program ini mengandung berbagai macam pendidikan. Pendidikan secara mental, baik untuk individu, juga skala jamaah. Ta’lim dalam lembaga pendidikan Islam (pesantren) merupakan media mendidik potensial ummat. “Kalo di TV kita sering melihat iklan atau sponsor yang terus ditayangkan secara berkala untuk membangun citra dan image suatu produk, maka ta’lim perlu dibuat seperti iklan, yaitu terus menerus. Hal ini agar ummat ini selalu diingatkan dan difahamkan akan agamanya” jelas Ustdaz Muhlisin, staf biro dakwah dan humas bagian pembinaan da’i.

Pun dengan begitu, ta’lim bersifat persuasif karena cenderung mengajak, memotivasi dan menggugah. Apalagi dalam ta’lim tersebut, petugas membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an yang sudah sangat mutlak kebenarannya. “Mengapa ta’lim Qur’an, karena seharusnya Al-Qur’anlah yang menjadi pijakan utama ummat ini. Setiap masalah dalam kehidupan ini, sudah diajarkan cara penyelesaiannya, yaitu dalam Al-Qur’an. Saya berharap, para santri ini mengajak ummat kepada jalan kebaikan yang pijakannya adalah Al-Qur’an” ujar KH Jamhari Abdul Jalal, Lc.

Pada beberapa kesempatan rapat Jum’at pula, Bapak Kyai juga meminta evaluasi dari pelaksanaan ta’lim ini. Dari semua dewan guru menyatakan positif. “Saya sangat terbantu dengan adanya ta’lim ini. Dengan dibacakannya ayat-ayat Al-Qur’an selepas setiap sholat fardhu, saya merasa seperti diingatkan kembali, baik tentang makna yang terkandung maupun hapalan ayat-ayatnya” aku Ustadz Faruq Abshari, S.Pd.I di depan dewan guru.

Setelah melalui beberapa pembinaan, Follow up dari program ini, yaitu ta’lim yang dilakukan oleh kelas 4 dan 6 TMI telah dimulai Ahad (3/4) kemarin. Hal ini sebagaimana sosialisasi dari Ustadz Muhlisin yang juga merangkap sebagai kepala asrama putra. Dalam sosiaslisasinya itu, Ustadz Muhlisin mengajak kepada wali-wali kamar agar memantau dan membimbing petugas selama pelaksanaan program ta’lim di masing-masing kamar. (Wardan/Billah)