Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Paparkan Model Pendidikan dan Kepramukaan di Forum Pramuka Wreda Arab

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Paparkan Model Pendidikan dan Kepramukaan di Forum Pramuka Wreda Arab

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Paparkan Model Pendidikan dan Kepramukaan di Forum Pramuka Wreda Arab
Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Paparkan Model Pendidikan dan Kepramukaan di Forum Pramuka Wreda Arab

Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, memaparkan model pendidikan komprehensif Pesantren Darunnajah dalam Forum yang diselenggarakan oleh Komite Hubungan Internasional Persatuan Pramuka Wreda Arab pada Ahad, (16/02/26).

Forum tersebut dihadiri para Pramuka Wreda dari berbagai negara Arab, antara lain Arab Saudi, Palestina, Mesir, Yordania, Libya, Bahrain, Oman, Aljazair, serta sejumlah negara Arab lainnya.

Dalam paparannya, K.H. Sofwan Manaf menjelaskan bahwa Darunnajah yang telah berdiri sejak 1938 kini telah berkembang menjadi ekosistem pendidikan terpadu yang tersebar di 23 kampus, mengasuh sekitar 10.500 santri, dan dibimbing oleh kurang lebih 1.300 tenaga pengajar.

Beliau menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan di Darunnajah bukan sekadar ekstrakurikuler, melainkan pilar utama kurikulum yang wajib diikuti seluruh santri.

Sebagai wujud komitmen tersebut, santri dan guru mengenakan seragam Pramuka setiap Kamis.

Berbagai program rutin pun dilaksanakan, mulai dari perkemahan tahunan, kursus kepramukaan tingkat lanjut, hingga partisipasi dalam ajang internasional di berbagai negara termasuk Korea, dan beberapa negara di Asia Tenggara, dengan rencana ke Inggris ke depannya.

Pramuka Darunnajah juga menjalin kerja sama dengan Saka Bahari Nasional dan TNI Angkatan Laut melalui program pendidikan, pelatihan dan pelayaran selama dua pekan hingga satu bulan guna memperkuat keterampilan kepemimpinan dan kemandirian santri.

Kerja Sama Strategis Darunnajah dan Pramuka Wreda Arab

Pada kesempatan yang sama, Dr. Lubna Abu Sarhan, Ketua Komite Hubungan Internasional Persatuan Pramuka Wreda Arab, menyoroti pentingnya kemitraan dengan organisasi kepramukaan internasional.

Salah satu harapannya adalah akan diadakan perjanjian kerja sama dengan Darunnajah yang berfokus pada pertukaran kurikulum dan program pelatihan.

Dr. Abu Sarhan menyampaikan kebutuhan Persatuan Pramuka Wreda Arab untuk mempelajari kurikulum pelatihan kepramukaan di Darunnajah, khususnya program kualifikasi KMD, KML, KPD, dan KPL.

Menurutnya, dunia kepramukaan Arab memerlukan pembaruan konten dan metode pelatihan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Beliau juga mencatat bahwa Kyai Sofwan Manaf merupakan penerima salah satu penghargaan kepramukaan tertinggi di Indonesia, yang membuka peluang bagi Pramuka Wreda Arab untuk belajar dari pengalaman Indonesia dalam menetapkan standar pemberian tanda kehormatan kepramukaan.

Apresiasi turut diberikan kepada Ayman Afifi selaku moderator acara serta seluruh anggota komite yang telah menyukseskan pertemuan tersebut. (adm/humas)

Pendaftaran Santri Baru