Pimpinan Pesantren Usung ‘Zero Alpha’ Di Pembukaan Rapat Evaluasi Pesantren 2011

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Memasuki rapat evaluasi pesantren di akhir tahun ajaran 2010-2011 yang mulai berlangsung pada Selasa (28/6) pagi, pimpinan pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc memasang sekaligus mematok harga mati ‘Zero Alpha’ di semua bidang. Hal ini dikatakannya di depan seluruh dewan guru pesantren putra-dan putri dengan tujuan mengembangkan pesantren menjadi lebih baik kembali di tahun mendatang.

Secara tegas, beliau memberikan contoh seperti yang telah dilakukan oleh dewan guru terkait sholat berjamaah di masjid. Terhitung bulan Mei 2011 kemarin, disiplin yang digunakan adalah ZAJ (zero Alpha Jamaah), maksudnya tidak ada lagi guru pesantren yang tanpa alasan tidak melakukan sholat berjamaah di masjid. Nah, prestasi jamaah seperti inilah kemudian hendak dikembangkan kepada semua lini dan bidang di pesantren pada tahun depan.

Kemudian, menyikapi perkembangan pesantren akhir-akhir ini, beliau mengaku bersyukur terhadap beberapa hal yang telah dicapai pesantren, seperti pada rapat kali ini telah menempati gedung baru di kampus 3 dan lulusnya peserta didik di kelas IX SMP-MTS serta XII MA-SMK. Telah terakreditasinya MI Darunnajah Cipining dengan nilai A juga menjadi pembahasan syukur Bapak Kyai yang telah memimpin pesantren selama hampir 24 tahun itu.

Dari pemaparannya, beliau juga mengatakan bahwa animo masyarakat meningkat sehingga berakibat tingginya kepercayaaan mereka yang ditandai banyaknya volume santri baru.  Bisa jadi, pesantren harus menyiapkan 25 kamar baru dengan kapasitas 16-18 anggota. Padahal, tahun sebelumnya hanya menghabiskan 10 kamar santri baru.

blankDengan perolehan itu semua, beliau menginginkan agar kinerja terus ditambah. “Yang penting kita terus berusaha semampu kita. Hasil tergantung dari bagaimana proses yang kita jalankan. Dengan upaya dan usaha yang terus kita perbaiki, serta peningkatan pada segala bidang, pasti Allah akan buka untuk kita. Ya ketemu juga jalannya” ungkap beliau.

Terkait acara ini, beliau berharap agar selama pelaksanaan semua peserta dapat berpartisipasi sesuai dengan kompetensi  yang dimiliki. Untuk itu, pelaksanaan rapat evaluasi ini diawali dengan laporan oleh setiap kepala biro yang bertugas mempresentasikan  program kerja. Usai itu, presentator mempersilahkan kepada peserta rapat guna menambah dan memperbaiki program kerja.  Semua itu dilakukan dengan menjaga kekompakan dan menyatukan visi misi hingga membesarkan Darunnajah Cipining.

Pada rapat evaluasi yang dijadwalkan selama 2 hari (28-29/6) tersebut Bapak Kyai mengingatkan agar peserta rapat menghindari masalah wacana, namun langsung pada kerja konkrit. Karenanya, sangatlah penting mencari cara terefektif guna mencapai tujuan yang telah digariskan. Di akhir pengarahan, beliau kembali  mengamanatkan agar tahun depan terjadi perubahan pada semua sisi, sudut, bidang, dan cara berfikir. Berfikir besar untuk menjadi orang besar pada sebuah lembaga besar. (Wardan/Billah)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait