Pimpinan Annur hadiri Deklarasi MIUMI

Saat ini, Indonesia berada didalam titik nadir peradabannya, terutama jika terkait dengan krisis kepemimpinan dan krisis akhlaq yang terlihat dalam meningkatnya kasus kekerasan di masyarakat. Kekerasan di masyarakat kemungkinan timbul karena krisis kepercayaan terhadap komitmen pemerintah didalam menegakkan keadilan dan menggiring masyarakat untuk bertindak anarkis (circle of stupidity & circle of immorality).

Ulama menjadi salah satu faktor penentu (determinant factors) didalam memperbaiki hal ini dikarenakan keterkaitan yang sangat erat didalam membangun sebuah peradaban.

“Rusaknya sebuah bangsa adalah dikarenakan rusaknya umara-nya. Rusaknya umara sebuah bangsa adalah dikarenakan rusak-nya para ulama-nya. Rusaknya ulama sebuah bangsa adalah karena hubbun dunya, karena ulama mulai mencintai harta dan dunia.” begitu point utama yang disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dalam sambutannya menyambut berdirinya MIUMI (majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia) di Grand Syahid Hotel, 28 Februari 2012.

Forum silaturahmi ini didirikan atas respon “mandul”nya peran ulama didalam gerakan kebangsaan di Indonesia dan menyikapi banyaknya kemunduran, terutama terkait moral dan akhlak di masyarakat.

Porsi utama yang akan dijalankan oleh MIUMI adalah gerakan keilmuan dalam membangun kualitas bangsa Indonesia. MIUMI akan banyak menitikberatkan pergerakannya kepada riset permasalahan yang ada di masyarakat .