Petualangan*
Catatan Kecil-Kecilan
Munculnya ide untuk membuat tulisan ini adalah berawal dari kegilisahan penulis ketika melihat orang-orang yang banyak menghambur-hamburkan uang dan menyia-nyiakan waktunya untuk kegiatan yang hura-hura dan sia-sia. Di saat bersamaan penulis juga merasa sedih karena penulis juga menyadari bahwa penulis masih termasuk ke dalam kelompok diatas. Tapi melalui tulisan ini penulis ingin mengajak setiap orang yang membacanya untuk terus mengupayakan perubahan yang terus menerus tanpa putus asa. Tentunya dengan berharap kepada Allah, Rob Penggenggam setiap jiwa untuk sesantiasa melimpahkan taufiq dan pertolongannya kepada kita semua. Imam Khomeini berpesan dalam bukunya empat puluh hadits, telaah hadits-hadits mistik dan akhlak, ‘’berusahalah dengan penuh kesungguhan maka Allah dengan rahmatnya yang tidak terlihat akan memakaikan pakaian kasih sayangnya padamu’’1. Rasa gelisah itulah yang mendorong penulis untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan pendek ini sebagai bahan bacaan dan renungan kita dalam mengisi waktu di sela-sela kesibukan masing-masing.
Ketika mendengar kata petualangan mungkin yang terlintas dalam ide atau pikiran kita adalah semacam kegiatan yang identik dengan pendakian, jalan-jalan ke suatu tempat wisata dll. Petualangan sebagaimana yang tertulis diatas adalah petualangan yang berada di dalam dunia eksternal (baca : lahiriah) manusia saja tidak meliputi dunia internalnya (baca : batiniah). Mungkin sebagian orang setelah membaca tulisan diatas bertanya dalam benak dan pikirannya, ‘’Apakah yang dimaksud dengan petualangan itu ? Adakah petualangan dalam jenis yang lain ? Kalau ada, berapa jenis petualanan itu? Saya membagi petualangan menjadi dua janis, hakiki dan non hakiki. saya akan menjelaskan kedua jenis petualangan itu dengan singkat.
Petualangan Non Hakiki
Saya ingin menjelaskan petualangan non hakiki terlebih dahulu dengan harapan bisa memberi penekanan pada jenis petualangan yang kedua, hakiki. Petualang non hakiki adalah kegiatan yang sekedar jalan-jalan ke suatu tempat dengan tujuan menikmati lingkungan yang memiliki pemandangan indah dan berudara segar atau hanya sekedar melepaskan kepenatan pada saat liburan mingguan maupun panjang. Disaat bersamaan dalam tulisan ini saya tidak bermaksud menafikan sepenuhnya manfaat dari petualangan jenis ini hanya saja petualangan jenis ini tidak menghasilkan pengaruh yang mendasar bagi perkembangan jiwa pelaku petualangan. Petualngan jenis ini juga sangat terbatas pada ruang dan waktu.2 Bertualang dalam dunia fisik (baca:alam) ini manusia tidak memiliki jangkauan yang luas artinya dalam petualangan eksternal fisik ini kita dibatasi oleh sekat-sekat material, ruang dan waktu. misalnya bagi seseorang yang hobi bertualang dengan cara mendaki gunung mungkin memiliki keinginan melakukan pendakian di beberapa gunung, gunung A, gunung B dan Gunung C. ketika si pendaki melakukan pendakian di gunung A disaat bersamaan dia tidak bisa melakukan pendakian di gunung B demikian juga dengan gunung C. dari contoh sederhana ini kita bisa mafhum bahwa dari sisi material, ruang dan waktu petualagan jenis ini terbatas.
Petualangan Hakiki
Petualangan jenis ini yang menjadi inti pembahasan saya dalam tulisan pendek ini. Petualangan jenis ini adalah petualangan ilmu dan pemikiran atau ide.3 Dengan akal dan pikirannya manusia memiliki jangkauan yang luas dalam dunia petualangan. Sesuatu yang mustahil di dunia materi yang terbatas pada ruang dan waktu di ide nya tidak terbatas. Karena ketidak bergantungan dan kemandirian-nya dari ruang dan waktu maka manusia bisa bertualang kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kehendaknya. Hingga manusia mampu menjangkau apa yang terjadi jauh sebelum kelahirannya maupun apa yang akan terjadi dimasa datang. Jika kita memperhatikan setiap kejadian di alam ini maka itu sudah cukup untuk membuktikannya. Dan yang terpenting petualangan ini dijalaninya dengan penuh kesadaran yang melibatkan tidak hanya jasad saja tetapi juga jiwa atau ruh yang menjadi inti dari kemanusiaan-ya. Sehingga setelah melakukan petualangan ini pelakunya mengalami perkembangan signifikan yang mampu mengantarkannya pada kesempurnaan jiwa dan ruhnya. Pada akhirnya petualangan adalah suatu kegiatan yang melibatkan jasad dan ruh untuk mencapai kesempurnaan-nya (baca : pelaku petualangan ) sebagai manusia. Allahu A’lam.. kost. Ahad, 16/09/12
* Tulisan ini bukan bermaksud menunjukkan bahwa penulis seorang yang berpengetahuan luas atau berilmu tetapi tulisan ini tidak lebih dari sekedar menyalurkan minat belajar penulis dalam dunia tulis-menulis. Juga sebagai sarana diskusi dengan siapa saja yang mau berdiskusi. Karena tulisan ini sebagai sarana belajar tentunya sangat terbuka untuk dikritik dan masukan dari siapa saja yang berkenan.
1. Saya hanya menyampaikannya dengan birriwayayh (teksnya tidak sama persis sebagaimana dalam buku aslinya).
2. Yakni berhubungan dengan sekarang, bukan dengan yang lampau atau akan datang. Dia juga hanya berhubungan dengan di sini tidak disana.
3. Tentunya petualangan dalam ilmu dan ide tidak hanya sekedar berangan-angan kosong.