Bagi keluarga yang tidak punya latar belakang pesantren — tidak ada ayah, ibu, atau saudara yang pernah mondok — mempertimbangkan pesantren untuk anak bisa terasa seperti memasuki dunia yang asing. Banyak pertanyaan, banyak kekhawatiran, dan kadang banyak miskonsepsi yang perlu diluruskan.
Apakah pesantren hanya untuk keluarga yang sudah kenal pesantren?
Sama sekali tidak. Pesantren terbuka untuk siapa saja — termasuk keluarga yang baru pertama kali mengenalnya. Banyak santri yang keluarganya sama sekali tidak punya pengalaman pesantren — dan mereka berkembang sama baiknya dengan santri dari keluarga pesantren. Kadang justru lebih bersemangat karena semuanya terasa baru.
Tapi adaptasinya mungkin butuh waktu lebih — bukan hanya untuk anak, tapi juga untuk keluarga. Kebiasaan pesantren yang sudah biasa bagi keluarga pesantren mungkin terasa aneh bagi yang baru pertama kali — jadwal yang ketat, akses komunikasi yang terbatas, aturan berpakaian, dan lainnya. Semua itu wajar dan bisa dipahami seiring waktu.
Apa yang perlu dilakukan?
Datang langsung untuk survei. Tanya sebanyak mungkin. Jangan malu bertanya hal-hal yang terdengar dasar — karena bagi keluarga non-pesantren, semua informasi itu memang baru. Pesantren yang baik tidak akan meremehkan pertanyaan apapun.
Kalau memungkinkan, ajak anak berkunjung agar dia juga punya gambaran. Dan setelah survei, ambil waktu untuk berdiskusi bersama sebelum memutuskan.
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining menerima santri dari berbagai latar belakang keluarga — termasuk yang baru pertama kali mengenal pesantren. Kami terbuka untuk menjawab semua pertanyaan, semendasar apapun. Hubungi lewat WhatsApp 0812111180.