Begitulah harapan dari penyelenggaraan daurah tadribiyah li mu’allimi al-lughoh al-arabiyah wa ats-tsaqofah al-islami di pesantren Gontor II Madurasa Jatim. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara pondok Modern Gontor dengan Universitas Islam Madinah (UIM) yang pesertanya adalah seluruh pengajar bahasa arab se-Indonesia.
Pada saat daurah berlangsung, panitia juga memberikan kesempatan muqobalah (seleksi) bagi lulusan MA sederajat untuk melanjutkan studi ke UIM tersebut. Peserta muqobalah bukan semuanya murni dari peserta daurah, akan tetapi terbuka untuk umum.
Peserta daurah sebanyak 264 orang (utusan) termasuk 2 utusan dari pesantren Darunnajah Cipining yaitu Ustadz Husnul Mubarok dan Ustadz Nurohim, sedangkan peserta muqobalah mencapai 670 orang. Bagi peserta yang lolos seleksi akan diberikan beasiswa hingga mendapat gelar S1.
Pelaksanaan daurah berlangsung dengan baik dan lancer terhitung mulai tanggal 6 s.d. 16 Februari 2010. Enam hari pertama, metode pembelajaran dilakukan dengan metode tarbiyah wa ta’lim (KBM) di dalam kelas sebanyak 5 kelompok (shu’bah). Setiap kelas terdiri dari 50 peserta. Di akhir daurah dilaksanakan I’tibar (ujian) untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan daurah.
Selain KBM, peserta juga diberikan kesempatan untuk mengikuti musabaqoh hifzhu hadits Arba’in An-Nawawi. Bagi yang berhasil menghafal dengan baik dan lancar, maka peserta tersebut berhak atas hadiah uang senilai 500.000 rupiah.
Untuk akhir kegiatan (ikhtitam), dilaksanakan di Gontor pusat yang dihadiri oleh kedubes Arab Saudi sekaligus menjadi kehormatan yang menutup acara. Pada kesempatan itu pula diumumkan 10 peserta terbaik/teraktif. Sebagai bentuk penghargaan, masing-masing diberi cendera mata (kenang-kenangan) berupa bingkisan.
“Dengan adanya acara seperti ini, mudah-mudahan hati kita selalu terikat pada agama Allah dengan selalu menjaganya sehingga menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa” ungkap ketua panitia dalam sambutan akhir.