Bagi orang tua yang punya anak perempuan, pertanyaan tentang pesantren biasanya sedikit berbeda. Bukan hanya soal kualitas pendidikan, tapi juga soal keamanan, privasi, dan pendampingan yang sesuai. Artikel ini mencoba membahas bagaimana pesantren modern menangani aspek-aspek ini — secara jujur, termasuk hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Bagaimana sistem pemisahan kampus putra dan putri?
Di pesantren modern yang serius, kampus putra dan putri benar-benar terpisah secara fisik. Bukan hanya beda gedung dalam satu kompleks — tapi beda area, beda pintu masuk, dengan pengawasan masing-masing. Santri putri menjalani seluruh kegiatan — kelas, asrama, olahraga, ibadah — di kampus mereka sendiri.
Sistem ini memberikan rasa aman yang cukup signifikan, terutama bagi orang tua yang menitipkan anak perempuan untuk pertama kalinya. Tapi tentu implementasinya perlu dilihat langsung. Brosur bisa menuliskan apa saja — yang penting adalah kenyataan di lapangan.
Siapa yang mendampingi santri putri sehari-hari?
Santri putri didampingi oleh ustadzah dan wali kamar perempuan yang tinggal di lingkungan yang sama. Mereka hadir bukan hanya sebagai pengawas, tapi sebagai pendamping yang bisa diajak bicara tentang apa saja — dari masalah pelajaran sampai hal-hal personal yang mungkin sungkan dibicarakan dengan orang lain.
Apakah semua pendamping selalu ideal? Jujur, kualitasnya bervariasi. Ada yang sangat dekat dan penuh perhatian, ada yang masih perlu belajar lebih banyak dalam hal pendampingan emosional. Pesantren menyadari ini dan terus berupaya meningkatkan kapasitas pendamping melalui pelatihan berkala.
Peran kakak kelas juga cukup penting di lingkungan putri. Santri yang lebih lama biasanya menjadi panutan dan tempat bertanya bagi adik kelas yang baru datang. Tradisi ini tumbuh secara alami dan menjadi bagian dari budaya pesantren.
Bagaimana dengan kurikulum dan kegiatan?
Kurikulum yang dijalankan sama dengan kampus putra — kurikulum TMI yang memadukan pendidikan agama dan umum tanpa sekat. Santri putri belajar matematika, sains, bahasa Arab, fiqih, bahasa Inggris, dan nahwu dalam satu jadwal yang sama. Program bilingual juga berlaku — percakapan sehari-hari bergantian antara bahasa Arab dan Inggris setiap pekan.
Kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan, meski variasinya mungkin sedikit berbeda dari kampus putra. Seni seperti kaligrafi, nasyid, dan hadrah cukup populer. Olahraga seperti renang, badminton, dan atletik tetap tersedia. Kegiatan keterampilan seperti tata boga dan tata busana juga menjadi pilihan.
Apakah pilihannya selengkap kampus putra? Mungkin tidak selalu. Tapi upaya untuk memberikan variasi yang memadai terus dilakukan. Dan banyak santri putri yang justru menemukan bakat dan minatnya di lingkungan pesantren — dari kaligrafi sampai jurnalistik, dari public speaking sampai desain grafis.
Apa yang menjadi kekhawatiran utama orang tua?
Privasi dan keamanan biasanya di urutan teratas. Selain pemisahan kampus, pesantren juga menerapkan aturan bahwa santri tidak boleh keluar lingkungan tanpa izin resmi. Kebijakan terhadap segala bentuk perundungan diterapkan secara tegas.
Fasilitas kesehatan juga tersedia di lingkungan kampus putri, dengan tenaga medis yang bisa diakses kapan saja. Orang tua dihubungi kalau anak membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Apakah sistem ini menjamin tidak pernah ada masalah? Tidak ada sistem yang bisa menjamin itu. Dalam komunitas besar yang terdiri dari ratusan remaja putri, ada dinamika yang perlu dikelola setiap hari. Yang bisa dikatakan: ada sistem yang jelas untuk menangani, ada orang-orang yang bertanggung jawab, dan ada komitmen untuk terus memperbaiki.
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining di Bogor Barat, memiliki kampus putri yang sepenuhnya terpisah dari kampus putra, dengan pengasuhan dan pendampingan oleh ustadzah dan wali kamar perempuan. Kurikulum TMI, program bilingual, dan fasilitas yang cukup memadai tersedia untuk santri putri. Masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki — pesantren mengakui itu — tapi komitmen untuk memberikan lingkungan yang aman dan mendukung insya Allah terus dijaga.
Orang tua yang ingin melihat langsung kampus putri bisa berkunjung kapan saja. Melihat sendiri selalu lebih meyakinkan.
Untuk pertanyaan, bisa menghubungi WhatsApp 0812111180. Tim penerimaan akan membantu dengan jujur dan terbuka.