Pesantren modern bisa jadi adalah adaptasi pesantren yang notabene kaum santri—yang akrab dengan sarung dan peci—terhadap zaman yang memang modern. Terlepas dari itu, pesantren yang kini berpredikat modern telah menyelaraskan pendidikan agama dengan pendidikan umum dalam kelas formal. Menggunakan metode pengajaran praktis dan sistematis. Atau penerapan cara-cara unggul dalam dunia pendidikan, termasuk di dalamnya pendidikan agama.
Pesantren Darunnajah Cipining merupakan salah satu cabang Darunnajah Ulujami dan salah satu pesantren modern yang turut berkembang mewarnai dunia pesantren modern. Karenanya, Darunnajah selalu beradaptasi terhadap dunia pendidikan secara nasional. Lebih dari itu, ciri pesantren modern adalah menambahkan materi pesantren (lokal) sebagai materi ajar wajib sebagai bekal santri mengiringi penguasaanya pada ilmu-ilmu umum.
Materi pesantren ini sedikit berbeda dengan materi agama yang telah diajarkan di madrasah sesuai kurikulum kementerian agama. Materi pesantren ini diambil dari materi lokal Pesantren modern Gontor Ponorogo, seperti Nahu, Shorof, Mahfudzot, Mutholaah, dll. Biasanya materi lokal ini diajarkan dalam bahasa aslinya, yaitu berbahasa Arab. Kemudian dalam istilah pesantren Darunnajah, materi ini dilanjutkan dengan nama materi lokal. Jadi, soal kurikulum, pesantren Darunnajah memberlakukan 3 kurikulum, yaitu kurikulum diknas (umum), kurikulum kemenag (madrasah) dan kurikulum lokal (mengacu Gontor).
Konskuensi yang harus dilakukan, sebagai pesantren yang mengusung 3 macam kurikulum, Darunnajah berusaha mensejajarkan ketiganya dalam paket komplit. Salah satu usaha yang terus dilakukan adalah melakukan berbagai rapat menyusun dan memperbaiki kurikulum lokal. Karena kurikulum diknas dan kemenag sudah ada.
Salah satunya adalah rapat bagian kurikulum pesantren Darunnajah grup yang telah diselenggarakan baru-baru ini di villa Darunnajah di daerah Cipanas Puncak. Rapat yang dilakukan 2 hari pada tanggal 18 dan 19 Februari 2012 ini juga intens membahas kurikulum lokal dan pengembangannya.
Turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut delegasi dari Darunnajah Cipining, yaitu Ustadz Musthofa Kamal, M.Ag ( kepala MA), Ustadz Sholeh Ahmad, S.Kom (Kepala SMK), Ustadz Nasikun, SE (Kepala MTs), Ustadz Fathul Mu’min, S.Pd.I (Kepala SMP), Ustadz Afif Maghfuri, S.Pd.I (Staf Kurikulum), dan Ustadz Hanafi, S.Pd (Staf Kurikulum).
