Imaji Kecil-Kecilan

Zaman atau masa adalah sesuatu yang senantiasa menuntut adanya perubahan. Watak zaman menuntut adanya perubahan dan pembaruan. Setiap hari zaman datang dengan membawa berbagai hal yang baru yang berbeda dari kondisi-kondisi masa lalu.1 Di era globalisasi ini, banyak bermunculan lembaga-lembaga pendidikan. Karena begitu banyaknya lembaga pendidikan persaingan pun tidak terhindarkan dan menjadi suatu keniscayaan. Akibat dari adanya persaingan itu, banyak yang tak mampu melanjutkan perjalanan sehingga tak ada pilihan lain selain menarik diri dari arena persaingan.
Pesantren sejak pertama kali kemunculannya di bumi pertiwi ini terus melakukan penyesuaian dengan zaman sehingga mampu mempertahankan eksistensinya. Dengan berpegang pada prinsip bahwa di dunia ini ada hal-hal yang bersifat tetap, tidak mengalami perubahan dan juga ada hal-hal yang bersifat tidak tetap, senantiasa berubah mengikuti perkembangan zaman. Pesantren terus melangkah bahkan berlari menerobos kokoh dan tebalnya tembok zaman. Pesantran pun membuka diri untuk berinteraksi dengan dunia luar sebagai wujud nyata bahwa pesantren tidak sebagaimana anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa pesantren identik dengan kampung sehingga kiyai, guru, dan santri-santrinya adalah orang-orang yang kampungan , tidak tahu atau paham teknologi sesuai sesuai dengan perkembangan zaman.
Namun, seiring berjalannya waktu, omongan-omongan seperti itu tidak lebih dari sampah yang mengganggu pemandangan indah dunia pendidikan pesantren yang harus diletakkan di tempatnya sehingga tidak menyebarkan aroma tak sedap di tengah masyarakat. Faktanya, banyak pesantren yang saat sudah menjadikan teknologi sebagai bagian dari media pendidikan dan pengajaran mereka. Selain itu, Pesantren juga menjalin kerja sama dengan dunia luar seperti, lembaga-lembaga kemasyarakatan, pendidikan maupun pemerintah baik di dalam dan luar negeri. Dan merupakan sebuah prestasi yang patut disyukuri adalah keberadaan pesantren sampai saat ini membuktikan keberhasilannya menjawab tantangan zaman.
Masa depan pesantren ditentukan oleh sejauh mana pesantren menformulasikan dirinya menjadi pesantren yang mampu menjawab tuntutan masa depan tanpa kehilangan jati dirinya. Dan penulis yakin pesantren akan menjadi salah satu lembaga pendidikan yang akan tetap eksis sampai akhir zaman. Di akhir tulisan ini penulis berharap, disaat krisis moral dan pengaruhnya budaya barat yang begitu kuat dan mengakar melanda bangsa ini pesantren selalu berusaha memperbaiki diri dan tampil di barisan terdepan untuk mendidik generasi muda bangsa. Dengan harapan dari generasi yang bermodalkan iman dan ilmu yang mumpuni bisa melahirkan pribadi-pribadi saleh yang selalu memandang dirinya sebagai pelayan masyarakat, dan telah mewakafkan segenap potensi dan kemampuan dirinya yang besar bagi masyarakat sehingga bisa mengobati kerinduan akan sosok yang bisa membawa dan membimbing bangsa ini menuju kepada kesejahteraan dan tujuannya yang hakiki.
____________________________________
- Murtadha Muthahhari. Islam Dan Tantangan Zaman hal. 4