Pesantren Di Era Modern

Imaji  Kecil-Kecilan

Pesantren Nurul Ilmi

Zaman  atau  masa adalah  sesuatu  yang  senantiasa  menuntut  adanya  perubahan.  Watak  zaman  menuntut  adanya  perubahan  dan pembaruan. Setiap  hari  zaman  datang  dengan  membawa  berbagai  hal  yang  baru  yang  berbeda  dari  kondisi-kondisi  masa lalu.1 Di era  globalisasi  ini, banyak  bermunculan  lembaga-lembaga  pendidikan. Karena  begitu  banyaknya  lembaga  pendidikan  persaingan  pun  tidak  terhindarkan dan  menjadi  suatu  keniscayaan.  Akibat  dari  adanya  persaingan  itu, banyak  yang tak  mampu  melanjutkan  perjalanan  sehingga  tak  ada pilihan  lain  selain  menarik  diri  dari arena persaingan.

Pesantren  sejak  pertama  kali  kemunculannya  di bumi  pertiwi  ini terus  melakukan  penyesuaian  dengan  zaman  sehingga  mampu  mempertahankan eksistensinya.  Dengan  berpegang  pada  prinsip  bahwa  di dunia  ini  ada  hal-hal yang  bersifat  tetap, tidak  mengalami  perubahan   dan juga  ada  hal-hal yang  bersifat  tidak  tetap, senantiasa  berubah  mengikuti  perkembangan  zaman.  Pesantren  terus  melangkah  bahkan  berlari  menerobos  kokoh  dan tebalnya  tembok  zaman. Pesantran  pun  membuka  diri untuk  berinteraksi  dengan  dunia  luar  sebagai  wujud nyata bahwa  pesantren  tidak  sebagaimana  anggapan  sebagian  orang  yang  mengatakan  bahwa  pesantren  identik  dengan  kampung  sehingga  kiyai, guru, dan santri-santrinya  adalah  orang-orang  yang  kampungan , tidak  tahu atau  paham  teknologi  sesuai sesuai dengan perkembangan zaman.

Namun, seiring  berjalannya  waktu, omongan-omongan  seperti  itu tidak  lebih  dari  sampah  yang  mengganggu  pemandangan  indah  dunia  pendidikan  pesantren  yang  harus  diletakkan  di tempatnya   sehingga  tidak  menyebarkan aroma tak sedap  di tengah  masyarakat. Faktanya, banyak pesantren yang saat sudah menjadikan teknologi sebagai bagian dari media pendidikan dan pengajaran mereka. Selain itu, Pesantren  juga  menjalin  kerja sama  dengan dunia luar seperti, lembaga-lembaga kemasyarakatan, pendidikan  maupun  pemerintah  baik di dalam dan luar negeri. Dan merupakan  sebuah  prestasi  yang  patut  disyukuri adalah keberadaan pesantren sampai saat ini membuktikan keberhasilannya menjawab tantangan zaman.

Masa depan pesantren ditentukan oleh sejauh mana pesantren menformulasikan dirinya menjadi pesantren yang mampu menjawab tuntutan masa depan tanpa kehilangan jati dirinya. Dan penulis yakin pesantren akan menjadi salah satu lembaga pendidikan yang akan tetap eksis sampai akhir zaman. Di akhir tulisan ini penulis berharap, disaat  krisis moral dan  pengaruhnya  budaya  barat  yang  begitu  kuat dan  mengakar  melanda  bangsa ini pesantren selalu  berusaha  memperbaiki  diri  dan tampil di barisan terdepan  untuk  mendidik  generasi  muda bangsa. Dengan  harapan  dari  generasi  yang  bermodalkan  iman  dan  ilmu  yang  mumpuni  bisa melahirkan  pribadi-pribadi  saleh yang  selalu  memandang  dirinya sebagai  pelayan  masyarakat, dan telah  mewakafkan  segenap  potensi  dan  kemampuan  dirinya yang besar bagi masyarakat sehingga bisa  mengobati  kerinduan  akan  sosok  yang  bisa  membawa  dan membimbing  bangsa  ini  menuju  kepada  kesejahteraan  dan  tujuannya  yang  hakiki.

____________________________________

  1. Murtadha  Muthahhari. Islam  Dan Tantangan  Zaman hal. 4

By : Nurul Ilmi