Ciputat dan Ciputat Timur punya karakter yang khas di Tangerang Selatan. Dua kecamatan ini padat, ramai, dan hidup — tapi di balik itu ada banyak keluarga yang diam-diam sedang memikirkan hal yang sama: di mana tempat terbaik untuk anak mereka tumbuh dan belajar. Pesantren sering masuk dalam daftar pertimbangan itu, tapi urusan jarak selalu jadi batu sandungan pertama.
Apakah dari Ciputat bisa menjangkau pesantren tanpa harus jauh?
Posisi Ciputat sebenarnya cukup strategis kalau bicara soal akses ke Bogor Barat. Berbeda dengan keluarga di Jakarta Utara atau Bekasi yang harus menembus seluruh kota dulu, dari Ciputat kita bisa langsung menuju ke arah selatan tanpa hambatan besar.
Ada jalur yang selama ini mungkin jarang terpikirkan. Dari Ciputat, kalau kita bergerak ke arah Sawangan lewat Pamulang atau lewat jalur Pondok Cabe, perjalanan masuk ke area Parung dan dari sana langsung bisa menuju Leuwiliang sampai ke Bogor Barat.
Waktu tempuhnya sekitar satu jam sampai satu jam lima belas menit — tergantung titik keberangkatan dan kondisi jalan. Tidak ada tol yang harus dibayar. Tidak perlu memutar lewat Jakarta atau Kota Bogor.
Seperti apa jalur dari Ciputat ke pesantren di Bogor Barat?
Dari Ciputat Timur, rute tercepat biasanya lewat Jalan Raya Pondok Cabe menuju Sawangan. Setelah melewati Sawangan, kita masuk ke Parung — dan dari titik ini perjalanan mulai terasa berbeda. Jalan makin lengang, pemandangan berubah jadi persawahan dan pepohonan, dan udara perlahan terasa lebih segar.
Dari Parung, lanjut ke arah barat melewati Leuwiliang. Jalan ini sudah bagus, dua jalur, dan relatif sepi di luar jam pagi. Setelah Leuwiliang, tinggal sedikit lagi sampai kawasan Bogor Barat — di mana pesantren yang dimaksud berada.
Bagi yang berangkat dari Ciputat (bukan Ciputat Timur), ada pilihan lewat Ciputat lalu masuk ke jalur BSD menuju Serpong dan Parung Panjang. Dari Parung Panjang, tinggal lurus ke arah Leuwiliang dan Bogor Barat. Jalur ini sedikit lebih jauh, tapi kondisi jalannya lebar dan nyaman.
Kedua jalur punya kelebihan masing-masing. Lewat Sawangan lebih pendek jaraknya. Lewat Serpong jalannya lebih lebar. Keduanya berakhir di tempat yang sama — dataran tinggi di Kabupaten Bogor yang udaranya sejuk dan jauh dari kebisingan.
Apa yang ada di pesantren itu?
Di atas bukit di kawasan Bogor Barat, berdiri sebuah pesantren yang sudah menemani perjalanan pendidikan ribuan keluarga selama lebih dari tiga dekade. Tempatnya luas, hijau, dan udaranya sangat berbeda dari Ciputat yang cenderung panas dan padat.
Santri di sana belajar dengan kurikulum yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum dalam satu kesatuan. Tidak ada pemisahan antara jam belajar agama dan jam belajar umum yang terasa seperti dua dunia berbeda. Semuanya mengalir dalam satu sistem yang sudah berjalan puluhan tahun.
Bahasa Arab dan Inggris menjadi bahasa percakapan sehari-hari, dipakai bergantian setiap pekan. Santri yang baru masuk mungkin masih terbata-bata. Tapi dalam beberapa bulan, kebanyakan sudah mulai terbiasa. Itu bukan keajaiban — itu hasil dari lingkungan yang memaksa secara lembut, setiap hari, tanpa jeda.
Kampus putra dan putri terpisah total. Ada klinik kesehatan, wali kamar yang tinggal di lingkungan santri, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga lengkap dari lapangan sampai kolam renang. Ijazah diakui Kemenag dan Kemendikbud — lulusan bisa daftar ke PTN mana saja.
Kita tidak mau berlebihan dalam menggambarkan ini. Pesantren ini masih punya banyak hal yang perlu diperbaiki. Bangunan terus direnovasi. Sistem terus disempurnakan. Tapi fondasi pendidikannya sudah teruji oleh waktu — dan ribuan alumni yang tersebar di berbagai profesi menjadi bukti diam-diam dari itu.
Kenapa pesantren mulai masuk radar keluarga di Ciputat?
Ciputat adalah kawasan yang berkembang cepat. Sekolah-sekolah bertambah, lembaga pendidikan bermunculan, dan pilihan tidak pernah sedikit. Tapi kadang, justru di tengah banyaknya pilihan, ada rasa yang sulit dijelaskan — seolah ada sesuatu yang kurang.
Beberapa keluarga mulai merasakan bahwa enam atau delapan jam di sekolah lalu pulang ke rumah tidak cukup untuk membentuk apa yang mereka harapkan. Bukan berarti sekolah yang ada tidak bagus. Tapi ada dimensi lain yang mungkin hanya bisa didapat di lingkungan yang benar-benar berbeda.
Pesantren menawarkan dimensi itu. Pendidikan sepanjang hari. Ibadah yang bukan tambahan, tapi inti. Kemandirian yang terbentuk dari hidup bersama ribuan orang dengan latar belakang yang beragam. Dan lingkungan alam terbuka yang membuat anak bergerak, bernapas, dan berpikir dengan cara yang berbeda.
Kita tidak bisa bilang itu cocok untuk semua orang. Tapi bagi yang sudah merasa ada yang perlu ditambahkan dalam pendidikan anaknya, pesantren setidaknya layak masuk dalam daftar pertimbangan.
Bagaimana kalau mau melihat langsung?
Dari Ciputat, survei ke pesantren ini bisa dilakukan dalam satu hari. Tidak perlu menginap. Berangkat pagi, sampai sebelum siang, keliling lingkungan pesantren, bicara dengan pihak pengasuhan, lalu pulang sore hari.
Pesantren ini terbuka untuk dikunjungi tanpa harus membuat janji jauh-jauh hari. Datang saja. Lihat sendiri. Dan biarkan kesan pertama bicara lebih banyak dari kata-kata di layar.
Langkah pertama?
Darunnajah 2 Cipining berada di dataran tinggi Bogor Barat. Dari Ciputat dan Ciputat Timur, bisa ditempuh lewat jalur Sawangan-Parung-Leuwiliang atau lewat Serpong-Parung Panjang.
Kalau ingin bertanya atau mau merencanakan kunjungan, hubungi WhatsApp 0812111180. Tidak ada syarat apa pun untuk sekadar bertanya.